Penjualan Otomotif Dianggap Akan Stagnan di Tahun Politik

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Jumat, 29/12/2017 11:02 WIB
Penjualan Otomotif Dianggap Akan Stagnan di Tahun Politik Ilustrasi penjualan otomotif (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tahun 2018 dan 2019 bakal menjadi tahun politik di Indonesia. Lantas apakah industri otomotif akan terpengaruh dengan situasi politik di tahun ini?

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto, menilai dengan adanya pesta politik pada 2018-2019, bukan berarti menjadi tantangan untuk industri kendaraan roda empat.

Baginya, selama situasi keamanan masih tetap terkontrol meski panasnya tahun politik, permintaan maupun penjualan mobil di tanah air akan berjalan seperti biasa. Target Gaikindo sendiri tidak berbeda dari tahun ini.


"Selama masih bisa dikendalikan, tidak macam-macam dan aneh-aneh, kami optimis penjualan berkelanjutan dan sama seperti tahun ini," jelas Jongkie saat dihubungi via telepon, Jumat (29/12).

Optimisme serupa diungkap Direktur Divisi Sales dan Marketing Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Irwan Kuncoro.

Mitsubishi menilai riuhnya pesta demokrasi memang akan berpengaruh terhadap permintaan kendaraan dari masyarakat. Tapi mereka optimis penjualan tahun politik tak beda jauh dengan tahun ini.

Meski begitu, prediksinya belumlah final. Kata Irwan, pihaknya berkelit belum selesai mengolah target tahun 2018.


"Biasanya kami melakukan review 2018, tapi untuk saat ini kami masih mengolah tahun depan dan planning bagaimana," kata Irwan, saat ditemui di kesempatan terpisah.

Turun penjualan

Menurut dia, selama ini turunnya penjualan kendaraan hanya terjadi pada bulan tertentu setiap tahunnya, misalnya saat memasuki Ramadhan. Ia beralasan, Ramadhan memiliki hari kerja lebih sedikit dari bulan lainnya.

"Pengangkutan kendaraan logistik dan lainnya juga sempet dihentikan entah 10 hari atau berapa gitu. Bisa diliat saat Ramdhan terjadi penurunan, penjualan, maupun produksi, ya karena kerja hanya dua minggu," kata Jongkie.

Sikap produsen otomotif yang cenderung 'wait and see' seakan berbanding terbalik dengan harapan Presiden Joko Widodo. Sebab sebelumnya, Presiden meminta banyak pihak optimis terhadap kondisi perekonomian di tahun politik dan tidak hanya 'wait and see'.

Berdasarkan data yang dirilis Gaikindo, penjualan wholesales atau dari pabrik ke diler selama 11 bulan pada 2017 berjumlah 994.436 unit. Sebelumnya Gaikindo menargetkan penjualan dari Januari hingga Desember 2017 akan ditutup dengan angka 1,1 juta unit. (eks)