Gempa Landa Bengkulu di Awal Tahun, Tak Potensi Tsunami
Eka Santhika | CNN Indonesia
Senin, 01 Jan 2018 15:37 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Gempa bumi tektonik dengan magnitudo di level 5 skala richter mengguncang pesisir Bengkulu. Gempa ini disebutkan BMKG tidak berpotensi tsunami. Gempa terjadi pada pukul 14.26.01 WIB.
"Kepada masyarakat di pesisir Bengkulu dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," tulis BMKG dalam siaran pers, Senin (1/1).
Pusat gempa terletak di Samudra Hindia 52 km di arah barat daya Kota Pasarngalam, Kabupaten Seluma, Propinsi Bengkulu di kedalaman 45 km.
Hal serupa diungkap seorang netizen.
[Gambas:Twitter]
Guncangan gempabumi dirasakan di Kota Bengkulu pada skala II SIG-BMKG (III MMI) dan Kepahiang pada skala I SIG-BMKG (II MMI).
Dengan demikian, getaran terasa ringan seperti ada truk yang lewat dan menggoyangkan benda-benda yang tergantung.
Ditinjau dari kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia.
Kedua lempeng ini memang sangat aktif dan menjadi salah satu sumber gempabumi yang sangat aktif di Samudra Hindia sebelah sebelah barat Sumatera.
Hingga pukul 15.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). (eks)
"Kepada masyarakat di pesisir Bengkulu dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," tulis BMKG dalam siaran pers, Senin (1/1).
Pusat gempa terletak di Samudra Hindia 52 km di arah barat daya Kota Pasarngalam, Kabupaten Seluma, Propinsi Bengkulu di kedalaman 45 km.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
Dengan demikian, getaran terasa ringan seperti ada truk yang lewat dan menggoyangkan benda-benda yang tergantung.
Ditinjau dari kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia.
Lihat juga:Hujan Guyur Jakarta di Akhir 2017 |
Hingga pukul 15.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). (eks)