Laporan dari Thailand

CastingAsia, Pasarnya Digital Influencer untuk Raup Rupiah

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Jumat, 12/01/2018 11:53 WIB
CastingAsia, Pasarnya Digital Influencer untuk Raup Rupiah Ilustrasi Youtuber, istilah untuk influencer di Youtube (CNN Indonesia/Fadli Adzani)
Bangkok, CNN Indonesia -- Dewasa kini, milenial telah menjadikan sosial media sebagai lapak untuk mencari pundi-pundi uang. Bermodal kemampuan fotografi dan kepiawaian bergaya di depan kamera, siapa pun kini bisa menjadi selebriti di sosial media.

Para selebriti ini memiliki pengikut dan berpengaruh diantara pengikutnya. Atas alasan itulah mereka lantas dikenal juga dengan sebutan influencer.

Tapi, dari sekian banyak influencer yang memiliki massa, tak semua kebagian rejeki untuk mempromosikan produk tertentu atau endorsement.

Permasalahan itu terjadi karena tidak semua digital influencer memiliki koneksi dengan pihak vendor, merek atau pengiklan.

Di sisi lain, pengiklan yang sebenarnya membutuhkan influencer juga kesulitan dalam menemukan para influencer tersebut untuk menjalankan kampanye iklan mereka.

Selain itu, pengiklan biasanya tak mampu mengurus administrasi sekaligus dengan banyak influencer dalam waktu yang cepat. Urusan pembayaran dan kesepakatan dengan agensi juga menjadi masalah.

Berangkat dari situlah, AdAsia Holdings yang kini berganti nama menjadi Anymind Group membangun platform marketplace alias pasar untuk membantu kedua belah pihak saling bertemu. Pasar itu adalah CastingAsia.

Pendapatan berdasarkan likes

Tak seperti endorsement yang bayarannya dihitung untuk tiap postingan, influencer yang bergabung dengan CastingAsia mendapatkan pendapatan berdasarkan kinerja postingan mereka.

Pendapatan diukur berdasarkan berapa banyak likes dan view yang dibuat oleh seorang influencer dalam sebuah kampanye.

“Mengenai nilai tiap like tergantung (bagaimana) brand menyetel berapa rupiah di awal penawaran pada influencer," jelas Shingo Hayashi, Regional Head of Influencer Marketing CastingAsia saat peluncuran di Bangkok, Thailand, Kamis (11/1). 

"Jika influencer merasa harga itu cocok dengan harga mereka, mereka bisa mengikuti kampanye itu namun jika tidak, tidak ikut pun tidak masalah,” lanjutnya.

Meski saat ini semua influencer bisa mendaftarkan diri, brand besar kemungkinan akan menyetel sendiri karakteristik influencer yang mereka butuhkan.

Brand dimudahkan untuk memilih gender, lokasi, katagori dan jumlah pangikut dari influencer yang akan mendapat penawaran kampanyenya.

Kecerdasan buatan memainkan peran untuk mencocokkan pencarian brand dan influencer dan memberikan pembayaran yang sesuai dengan setiap influencer.

Dengan kata lain, setiap influencer dengan karakternya masing-masing bisa menerima pendapatan berbeda dengan influencer lain meski mengikuti kampanye yang sama.

Siapapun bisa ikut

Mereka yang bisa bergabung dengan pasar influencer ini tak dibatasi dengan jumlah pengikut ribuan saja, micro influencer pun bisa ikutan.

Syaratnya, bukan influencer yang memposting isu politik, pornografi dan isu lain yang tidak sesuai dengan kategori CastingAsia.

Sayangnya, pembayaran dari CastingAsia untuk influencer dan micro influencer hanya bisa dilakukan melalui akun Paypal.

Paypal dipilih karena layanan ini terbilang mudah untuk menyalurkan pembayaran kepada seluruh influencer di sembilan negara dari Singapura. CastingAsia belum memiliki rencana untuk menggunakan cara pembayaran lain. (eks/eks)