Mark Zuckerberg Ingin Orang Tak Berlama-lama di Facebook

Eka Santhika, CNN Indonesia | Jumat, 12/01/2018 16:02 WIB
Mark Zuckerberg Ingin Orang Tak Berlama-lama di Facebook Mark Zuckerberg ingin penggunanya mengurangi waktu di Facebook (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Facebook kembali mengubah kebijakan konten News Feed miliknya. Kali ini, mereka akan lebih sering menampilkan berita dari keluarga dan orang-orang terdekat pengguna.

Hal ini dilakukan agar pengguna tidak berlama-lama di Facebook, seperti ditulis Mark dalam tulisan di laman Facebook miliknya.

"Saya berharap waktu yang dihabiskan orang-orang di Facebook akan turun, namun saya juga berekspektasi waktu yang Anda pakai saat mengakses aplikasi ini menjadi lebih berharga," terang Mark dalam keterangan di laman Facebooknya, Kamis (11/1).


Hal ini dilakukan Facebook lantaran Zuck percaya ini adalah hal yang benar. Dengan demikian, hal dipercaya malah akan memberi perubahan ini akan baik bagi komunitas dan bisnis mereka dalam jangka panjang.

Perubahan ini diharap Facebook bisa membuat penggunanya merasa lebih positif saat meninggalkan media sosial itu alih-alih merasa negatif.

"Kami merasa bertanggungjawab untuk memastikan layanan dalam aplikasi bukan hanya sekadar menyenangkan untuk digunakan, tetapi juga baik untuk pengguna," jelas Mark Zuckerberg dalam tulisan yang diunggah dalam blog Facebook

Sebelumnya, Facebook mendorong konten dari media dan konten viral yang muncul di News Feed Facebook. Cara itu disebutkan Facebook membuat penggunanya jadi lebih pasif dan kurang menikmati konten yang ada di News Feednya.

Memancing interaksi pengguna

Perubahan ini diharapkan bisa memberikan konten yang lebih memancing percakapan dan interaksi antar pengguna.

"Kami memprediksi unggahan yang dapat membuat anda ingin berinteraksi dengan teman Anda, dan meletakkannya di feed," ungkap Adam Mosseri, yang menjabat Head of News Feed di Facebook.

Lebih jauh lagi Adam menjelaskan bahwa unggahan pilihan tersebut memberi kesempatan bagi pengguna untuk menciptakan percakapan yang tidak mudah putus.

Facebook tercatat sudah beberapa kali melakukan perubahan serupa. Pada 2015, perusahaan berkomitmen untuk mengurangi unggahan dari keluarga dan teman pengguna.

Tapi kebijakan ini diubah pada 2016. Saat itu, Facebook mendorong agar unggahan yang dibagi oleh orang-orang yang diketahui oleh pengguna lebih diutamakan ketimbang dari media massa dan bisnis lainnya. (sat/eks)