Kantor Facebook Didemo, Netizen Sebut FPI 'Ketagihan'

Agnes Savithri, CNN Indonesia | Jumat, 12/01/2018 18:35 WIB
Kantor Facebook Didemo, Netizen Sebut FPI 'Ketagihan' Pemblokiran beberapa akun ormas keagamaan oleh media sosial milik Mark Zuckerberg berujung aksi demonstrasi di depan Kantor Facebook Indonesia. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemblokiran beberapa akun ormas keagamaan oleh media sosial milik Mark Zuckerberg berujung aksi demonstrasi di depan Kantor Facebook Indonesia, hari ini, Jumat (12/1).

Sejumlah organisasi masyarakat (ormas) yang tergabung dalam Aliansi Tolak Kezholiman Facebook akan menggelar aksi 121.

Pasalnya, Facebook dinilai memblokir banyak akun ormas keagamaan, salah satunya adalah akun Front Pembela Islam (FPI). Aksi ini ternyata tak luput dari perhatian netizen.



Linimasa media sosial Twitter sejak siang telah diramaikan cuitan para netizen. Sebagian netizen menanggapi demo tersebut dengan candaan. Namun, ada pula yang setuju dengan aksi demonstrasi tersebut.

Tak sedikit pula netizen yang menyuarakan pandangannya terkait aksi demo tersebut. Netizen menilai demo tersebut tidak diperlukan dan menimbulkan rasa heran.



Jumlah pendemo yang sepi pun tak lepas dari cuitan netizen.




Namun, ada juga yang setuju dan menilai aksi demo tersebut merupakan hal yang baik. 

Dalam demo siang tadi, Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Maarif mengakui pihaknya masih butuh keberadaan Facebook. Slamet menilai platform itu punya andil besar dalam dakwah mereka.
"Karena bagaimana pun kami akui ada andil besar Facebook terhadap dakwah kami. Kami masih membutuhkan Facebook untuk dakwah," ujar Slamet di depan gedung Capital Place, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (12/1).

Slamet membantah pihaknya plin-plan dalam bersikap. Ia mengatakan baik Front Pembela Islam (FPI) dan Presidium Alumni 212 tak pernah berencana memboikot Facebook.
Boikot Facebook itu, menurut Slamet, dilontarkan oleh pihak Muslim Cyber Army. Mereka kemudian berencana memakai platform lain sebagai pengganti Facebook sebagai wadah umat. (age/asa)