Model Bisnis Airbnb Lampaui Valuasi Perusahaan Perhotelan

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Jumat, 19/01/2018 01:55 WIB
Model Bisnis Airbnb Lampaui Valuasi Perusahaan Perhotelan Model bisnis Airbnb lampau valuasi perusahaan perhotelan. (dok. REUTERS/Yuya Shino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Airbnb beberapa waktu lalu sempat panas diperbicangkan di Indonesia karena Persatuan Hotel dan Restoran di Indonesia meminta layanan Airbnb diblokir. Permintaan itu disampaikan pada Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Yanuar Nugroho mengatakan bahwa model berbagi ini seharusnya menjadi ditanggapi secara positif. Di mana terjadi sebuah kerepotan atau ketidaknyamanan maka harusnya dianggap sebagai peluang bisnis.
 
"Bedanya orang bisnis, kerepotan itu peluang bisnis. Kalau pemerintahan, kerepotan itu dipelihara, tapi nanti jadi usaha juga. Tapi modelnya itu berubah, cara kerjanya," lanjutnya dalam acara Future Force Fair 2018, Kamis (18/1) di Gedung Krida Bakti Sekretariat Negara, Jakarta.

Yanuar lantas memaparkan bahwa digitalisasi yang digunakan dalam model bisnis Airbnb sudah terbukti mampu membuat valuasinya melebihi perusahaan perhotelan lain.
 
"Sekarang Airbnb sudah melebihi JW Marriot. Teknologi ini mengubah cara orang hidup, berinteraksi, berpikir dan mengambil pilihan," ujarnya.


Pernyataan itu dibuat Yanuar sembari memaparkan data CBInsight, Juni 2015. Saat itu CB Insight memperkirakan akhir 2015 valuasi AirBnB akan melebihi valuasi dari Marriot akibat pertumbuhan perusahaan ini yang terbilang sangat agresif. 

Model Bisnis Airbnb Lampaui Valuasi Perusahaan PerhotelanPerkiraan CBInsight, valuasi AirBnB pada 2015 akan melebihi valuasi bisnis hotel (Screenshoot CBInsight via Linkedin)

Namun, data 2014 menunjukkan valuasi AirBnB masih dibawah Expedia, Starwood (perusahaan hotel berantai), dan Marriot. Berdasarkan data 2017, valuasi AirBnB senilai Rp400 triliun (US$30 miliar).

Angka ini berhasil melebihi kapitalisasi pasar (nilai valuasi saham) Hilton yang mencapai Rp266 triliun (US$20 juta). Sementara, kapitalisasi pasar Marriot masih melampaui AirBnB di angka Rp544 triliun (US$40 miliar), demikian disebutkan Forbes.
 
Airbnb vs bisnis perhotelan
 
Menurut catatan Investopedia, Airbnb mengalami pertumbuhan yang sangat cepat pada 2008. Pada 2013, pendapatannya mencapai Rp3,3 triliun (US$250 juta), atau meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya.
 
Airbnb sendiri sebenarnya mungkin bukan kompetitor bagi hotel-hotel mewah tersebut. Tapi, kehadirannya lebih menggerus pasar motel dan hotel bintang rendah. Sementara itu, bisnis hotel seperti Hilton dan Marriot umumnya hanya dikunjungi oleh pebisnis kelas premium yang sebenarnya tidak menjadi sasaran utama Airbnb.

Pergeseran pilihan dalam memilih tempat menginap ini menurut Yanuar dipengaruhi gaya hidup dan cara masyarakat digital dalam penentuan pilihan sudah berbeda. Kini, masyarakat lebih terpengaruh oleh konten yang mereka akses melalui perangkatnya.

"Concern Anda, cara hidup Anda, cara Anda bertindak berbeda dengan orang-orang terdahulu. Cara Anda berpikir dan berselera itu tergantung apa yang Anda akses di gadget Anda," ungkapnya.

Di sisi lain, aturan untuk AirBnB dan layanan sejenisnya di Indonesia masih digodok oleh Kementerian Pariwisata. Menteri Pariwisata (Menpar) RI Arief Yahya menyatakan AirBnB diperbolehkan beroperasi di Indonesia namun akan diberikan aturan seperti waktu menginap, pajak hingga standar pelayanan. (eks/evn)