Gojek cs Diprediksi Bakal Banting Setir ke Bisnis Fintech

Eka Santhika, CNN Indonesia | Rabu, 24/01/2018 16:37 WIB
Gojek cs Diprediksi Bakal Banting Setir ke Bisnis Fintech Pengamat memperkirakan Gojek cs akan banting stir ke ranah fintech, bukan lagi sebagai penyedia layanan transportasi. (dok. REUTERS/Garry Lotulung)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengamat memperkirakan bahwa usaha transportasi online yang digaungkan oleh Gojek, Grab, dan Uber, akan beralih ke layanan fintech

“Karena kompleksitas (transportasi online) dan di banyak negara sudah mulai ketat aturannya, sehingga mereka akan mulai mengurangi investasi di sektor transportasi dan bergerak di bidang pembayaran elektronik,” jelas Ketua Dewan Pakar Masyarakat Transportasi Indonesia, Danang Parikesit, saat ditemui di acara diskusi di kantor Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), di Jakarta, Rabu (24/1). 

Beberapa indikasi yang melandasi pernyataan tersebut menurut Danang lantaran tak lain tekanan dari pemodal ventura (Venture Capital - VC) yang memandang sektor fintech lebih menghasilkan ketimbang transportasi. 


“Mereka menekan perusahaan agar mendapat profit yang makin lama makin tinggi. Perusahaan lantas menekan pengemudi,” lanjutnya.

Akibatnya, sistem bagi hasil antara pengemudi dan penyedia platform akan makin mencekik pengemudi. Sebab, persentase setoran yang harus diberikan ke penyedia platform akan makin tinggi. 

Danang memaparkan hal ini sudah terjadi di New York, Amerika Serikat. Di kota itu, menurutnya pengemudi taksi online makin lama harus menyetorkan persentase pendapatan dengan porsi yang makin besar ke perusahaan.

“Dari 10 persen, 15, 20, sekarang 37 persen (di AS). Ini akan naik terus sampai semuanya teriak dan enggak  bisa bergerak,” lanjutnya. 


Sementara di Indonesia, menurutnya persentase bagi hasil tersebut masih di angka 30 persen. Akibatnya, pendapatan pengemudi makin sedikit, jam kerja pun makin panjang. 

Para pengemudi lantas terjebak di pekerjaan tersebut, sebab untuk kembali ke pekerjaan lama sulit karena tempat tersebut telah terisi. 

Hal ini akan menghambat penambahan supir baru. Sehingga, ia memperkirakan model bisnis ini kemungkinan akan ditinggalkan. 

“Sopir baru tidak akan masuk, sehingga itu saatnya mereka akan migrasi lebih ke electronic payment [...] saya kira tren itu akan terjadi tiga tahun lagi,” tandasnya.

[Gambas:Video CNN] (eks/evn)