Aplikasi Pesan Supir Pribadi, Tak Sasar Pasar Gojek cs

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Rabu, 24/01/2018 08:10 WIB
Aplikasi Pesan Supir Pribadi, Tak Sasar Pasar Gojek cs Ilustrasi supir kendaraan (Thinkstock/Mulecan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anak usaha Astra, Mytra Driver diyakini tak akan berebut pasar dengan layanan permintaan kendaraan lewat aplikasi yang tengah populer seperti Gojek, Grab, dan Uber. 

Sebab, menurut Gina Permana, Business Leader Mytra, layanannya ditujukan untuk kalangan menengah ke atas yang membutuhkan supir untuk mengendarai mobil pribadi mereka. Segmen pasar inilah yang menurut Ginabelum dilayani oleh aplikasi transportasi on demand itu.

“Sebetulnya kita berbeda  dengan layanan transportasi on demand yang sudah ada, karena kita lebih menyasar ke pasar yang memang sudah nyaman dengan kendaraannya sendiri,” kata Gina, saat peluncuran aplikasi supir online itu di Jakarta, Selasa (23/1).


Lebih lanjut menurutnya, layanan Mytra Driver melayani segmen orang tersebut yang seringkali kelelahan di macetnya Jakarta atau ingin ke luar kota tanpa mengemudi sendiri.

Namun hal itu tidak membuat Mytra Driver tak punya pesaing. Sebelumnya, telah meluncur aplikasi supir pribadi serupa yaitu, Oper (Online Helper) dan Valetic. Keduanya memiliki sistem perhitungan jasa supir yang tak jauh berbeda yakni berbasis rute dan lama perjalanan.

Namun, Mytra Driver percaya diri layanannya akan tetap mendapatkan tempat di Jakarta. Sebab, perusahaan menggandeng perusahaan PT Daya Mitra Serasi (DAMIRA), perusahaan yang menyediakan jasa supir pribadi. Gina berharap nama besar Astra dan DAMIRA dapat membuat lebih banyak konsumen percaya pada produknya.

“Kita punya value jadi kami sangat percaya diri dengan value kita. Jadi kita akan memberikan kualitas dan jaminan. Karena again kalau kita mau mempercayakan seorang driver mobil kita itu memang harus kepada sopir dengan background dan kualitas yang bagus. […] Diharapkan dengan kita membawa nama DAMIRA dan nama besar Astra juga, orang akan nyaman menggunakan layanan ini,” Gina menerangkan.

Sayangya, tak semua pemilik mobil dapat memesan supir dari aplikasi ini. Gina menerangkan hanya mobil yang berasuransi yang bisa dikendarai oleh supir Mytra Driver yang merupakan anak perusahaan Astra, PT Astra Graphia Information Technology/AGIT itu.

“Ini kita baru iuntuk pemilik mobil yang mobilnya sudah ter-cover asuransi mereka sendiri, apapun asuransi mobilnya. (Sengaja) kita batasi dulu, tapi ke depan kita akan launch,” tambahnya.

Dia juga menyatakan bahwa di masa depan, Mytra.id akan meluncurkan produk asuransi on demand. Produk itu untuk melindungi pelanggan maupun mobil yang sedang menggunakan layanan supir panggilan ini. Asuransi berdasarkan penggunaan itu juga rencananya akan digunakan untuk layanan lainnya. Sayang, Gina enggan menyebut waktunya.

“Aku bocorin sedikit bahwa banyak sekali produk-produk Astra yang bermain di wilayah asuransi, jadi untuk itu ditunggu aja. Itu emang penting banget sih. (Tapi) kalau asuransi driver-nya akan diberikan oleh DAMIRA. Kalau mobil dan konsumennya belum,” tutupnya.

Mytra Driver sudah diluncurkan secara beta sejak akhir Desember. Aplikasi yang diciptakan Owned Solutions itu telah diunduh 2.600 kali di Android. Pengguna iOS bisa mengaksesnya dari situs Mytra.id. (eks/eks)