Mulai beralihnya konsumen dari multi purpose vehicle (MPV) ke sport utility vehicle (SUV) menambahkan keyakinan mobil keluarga ini akan diproduksi di dalam negeri. Dengan adanya perubahan keinginan pasar tersebut maka akan menambah line-up terbaru yang diproduksi Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN)
"Ya kan sebentar lagi (waktu peluncuran), awalnya impor dulu masih dari Jepang. Indonesia, pergerakan dari MPV berubah ke SUV atau crossover. Karena SUV itu bagi orang yang punya uang lebih, lebih stylish, tapi masih bisa seperti MPV. Sekarang kalau ditanya ke depan, starting from SUV (crossover)," kata Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
TMMIN juga ada keinginan untuk merakit C-HR hibrid. Ini untuk menjawab wacana LCEV (low carbon emission vehicle) yang dicanangkan pemerintah Indonesia dan belum juga selesai regulasinya. "Dan ke depan electric vehicle lah," jelas Warih.
Lihat juga:Mazda-Toyota Kembangkan Mesin Rotary |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam uji coba internal Toyota, mobil memiliki daya jelajah sejauh 560-610 km dengan komposisi, 13-19 km per liter untuk C-HR varian mesin 1.2-liter dan 24-29 km per liter tipe hibrid.
Lihat juga:Kenali Tanda-tanda Busi Mendadak Mati |