Perusahaan telekomunikasi asal Singapura dikabarkan berniat menambah investasi di Bharti Telecom yang berasal dari New Delhi, India.
Singtel dikabarkan siap menggelontorkan dana sebesar US$413 juta atau sekitar Rp5,5 triliun. Investasi ini sekaligus menaikkan saham Singtel di Bharti Airtel, anak usaha Bharti Telecom yang sekaligus menjadi operator seluler terbesar di India.
Lihat juga:Tarif Data di Indonesia, Murah atau Mahal? |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meski saat ini industri telekomunikasi India sedang dilanda kesulitan, kami mengambil rencana jangka panjang terkait investasi kami di Bharti Telecom yang terus menjadi pemimpin pasar yang kuat dengan penetrasi ponsel pintar dan adopsi data selulernya yang meningkat pesat," ungkap Lang dikutip dari CNBC, Senin (5/2).
Perang tarif mewarnai sektor telekomunikasi India sejak lebih dari setahun lalu. 'Badai' di sektor tersebut dinilai muncul akibat masuknya Reliance Jio yang menjadi cabang telekomunikasi Reliance Industries, perusahaan konglomerasi India yang bergerak di berbagai bidang, termasuk energi dan telekomunikasi. (age)