Pengamat Perkirakan Gojek Perluas Pasar Dengan Investasi Baru

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Senin, 12/02/2018 15:19 WIB
Pengamat Perkirakan Gojek Perluas Pasar Dengan Investasi Baru Gojek diperkirakan akan gunakan dana investasi untuk ekspansi pasar (CNN Indonesia/Trisno Heriyanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengamat menyebut dana investasi yang diterima Gojek dari Astra masih akan digunakan untuk ekspansi pasar. Hal itu dilakukan lantaran karena angkutan umum di daerah masih sangat buruk.

"Bisa jadi ke bisnis transportasi lagi karena yang menyuntikkan dana korporasi transportasi... Bisnis ojek masih moncer, karena di daerah layanan transportasi umum kian buruk," kata Pengamat Transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (12/2).

Hal ini diungkap Djoko menyusul pengumuman PT Astra International (Astra) yang telah menyuntikkan investasi sebesar US$150 juta atau sekitar RP2 triliun untuk Gojek. Astra menyusul banyak perusahaan raksasa, seperti Google, yang dilaporkan telah menginvestasikan dananya.


Transportasi daerah buruk



Djoko melanjutkan argumentasinya didukung oleh masih buruknya sarana transportasi di daerah. Menurutnya, 99 persen angkutan umum di luar Jakarta masih tak bisa menjadi andalan masyarakat.

"[Ekspansi ke] daerah yang layanan transportasi umum buruk dan itu sangat banyak di Indonesia. Bahkan, banyak kota juga yang tidak punya angkutan umum. 99 persen buruk, " kata dia.

Pandangan tersebut diamini anggota DTKJ dari unsur LSM Transportasi, Tori Damantoro. Aturan mengenai ojek daring yang masih abu-abu menyediakan Gojek dan aplikasi transportasi online lain kesempatan yang besar untuk berbisnis. Sebab, layanan ojek tidak diatur sebagai angkutan umum namun permintaannya besar dan dibutuhkan masyarakat.

Dia menilai bisnis transportasi masih memiliki peluang yang besar selama pemerintah kota tidak serius mengerjakan perbaikan angkutan umumnya.

"Gojek mendapat kesempatan jadi substitusi layanan angkutan umum yang tidak diminati masyarakat. Ini PR pemkot tetapi sepertinya mereka kurang serius dalam pengerjaannya," terang Tori saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Senin (12/2).

Secara hukum, Gojek dan layanan ojek daring lainnya berada di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai penyedia aplikasi. Namun layanan yang mereka berikan yakni pengantaran orang berada di sektor transportasi yang diatur oleh Kementerian Perhubungan.

Hal ini membuat Tori menilai bahwa bisnis Gojek dkk menjadi lahan yang masif dan "tidak berwasit". Sepeda motor tidak bisa dijadikan angkutan umum namun memiliki permintaan yang besar karena angkutan umum tidak ada.

"Paling gampang memang kalau mau masif masuknya melalui sektor transportasi ojek online ini karena tidak ada hukum yang mengatur ini. Jadi tidak ada wasitnya," tutur Tori. (eks/eks)