Djarum Angkat Suara soal Suntikan Dana untuk Gojek

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Kamis, 08/02/2018 16:20 WIB
Djarum Angkat Suara soal Suntikan Dana untuk Gojek Aplikasi Gojek. (CNN Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pihak Grup Djarum membantah sudah ada kesepakatan dengan pihak Gojek. Saat ini, kedua pihak masih berada dalam tahap negosiasi.

Bantahan itu disampaikan oleh Global Digital Prima (GDP) Venture, perusahaan modal ventura milik Grup Djarum. Chief Marketing Officer GDP Venture Danny Oei Wirianto menuturkan rumor yang beredar itu merupakan kesalahpahaman.

"Belum deal. Kami masih ngobrol, masih ketemuan doang, belum tahu pastinya," kata Danny ketika ditemui di bilangan Senopati, Jakarta Pusat, Kamis (8/2).


Sebelumya, pemberitaan menyebutkan Djarum dan Astra dikabarkan ikut dalam babak pendanaan Gojek berikutnya.


Kedua pihak itu diisukan berniat menaruh uang sekitar US$100-US$170 juta. Danny mengaku kaget ketika membaca kabar itu sebab belum ada kesepakatan di antara mereka.

Menurut kisah Danny, tawaran untuk berinvestasi datang dari Gojek. Sebagai perusahaan ventura, pihaknya menyambut tawaran itu. "Kami selalu terbuka. Kami melihatnya kalau ini menarik ya kenapa enggak," imbuhnya.

GDP Venture sendiri adalah perusahaan kapital ventura yang fokus ke sejumlah sektor digital mulai dari media, komunitas, e-commerce, hingga solusi. Perusahaan yang berada di bawah naungan mereka misalnya adalah Blibli, Tiket.com, DailySocial, Kurio, Kaskus, Infokost, Halodoc, dan lainnya.


Sementara itu, Gojek belum lama ini mendapat kucuran modal bernilai Rp16 triliun dari sejumlah perusahaan, salah satunya adalah Google. Dalam pernyataan resminya, Google menyuntikkan sekitar Rp1,6 triliun ke kas Gojek. (asa)