Server Olimpiade Musim Dingin 2018 Diserang 'Hacker'

Eka Santhika, CNN Indonesia | Selasa, 13/02/2018 17:07 WIB
Server Olimpiade Musim Dingin 2018 Diserang 'Hacker' Serangan siber sempat ganggu server saat pembukaan Olimpiade musim dingin (AFP Photo/Yelim Lee)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ajang olahraga Olimpiade Musim Dingin 2018 yang berlangsung di Korea Selatan itu dikabarkan sempat mengalami serangan siber. Pihak penyelenggara mengaku server komputer yang digunakan saat itu diserang oleh perangkat lunak jahat.

Hal ini diketahui dari rusaknya televisi yang terhubung dengan internet yang berada di ruang pusat pers. Serangan tersebut menyebabkan penutupan server dan situs resmi Olimpiade Musim Dingin untuk sementara.

Meski demikian, peserta Olimpiade berada dalam keadaan aman dan server yang diserang bukan server penting atau kritis selama beberapa jam, seperti dikutip Yonhap, kantor berita Korea Selatan. 


'Perusak Olimpiade' menjadi nama perangkat lunak jahat yang terdapat dalam komputer yang diserang. Beberapa pihak berspekulasi perangkat lunak tersebut berfungsi untuk menghapus dokumen cadangan pada komputer serta mencampuri dokumen boot-up yang diperlukan untuk menyalakan komputer.

Pergerakan perangkat lunak jahat ini juga cukup masif, sebab ia dapat menyerang komputer lain yang terhubung pada jaringan yang sama. Kemungkinan terburuk adalah penyerang telah mencuri identitas jaringan sebelum memasukannya ke dalam perangkat lunak jahat itu.

Perangkat lunak jahat itu dikabarkan telah dihimpun sejak bulan November dan Desember, tepat saat kelompok peretas Fancy Bear asal Rusia masuk ke dalam sistem afiliasi Olimpiade. Kelompok peretas yang sama juga diduga terkait dalam peretasan di Komite Nasional Demokratik dua tahun lalu.

Olimpiade Musim Dingin kali ini diterpa serangan siber sejak berhari-hari sebelum upacara pembukaan dimulai. Diperkirakan lebih dari 300 sistem komputer mengalami damnpak dari serangan itu.

Serangan siber ini bukanlah yang pertama dalam Olimpiade Musim Dingin 2018. Dokumen dari pihak penyelenggara dicuri dan dibocorkan oleh sebuah kampanye yang terkait dengan Rusia, yang kelompok peretasnya beberapa kali tertangkap dalam radar.

Skandal doping yang digagas oleh pemerintah Rusia menyebabkan para atlet negara tersebut dilarang mewakili Rusia secara resmi dalam ajang Olimpiade Musim Dingin.

Pada kesempatan lain, Korea Utara yang turut diundang dalam acara olahraga ini juga diduga memata-matai berbagai organisasi yang ada di Olimpiade Musim Dingin.

Beberapa pihak memperkirakan butuh waktu yang cukup lama untuk bisa menemukan otak di balik serangan siber ini. Meski demikian, serangan siber tersebut disebut-sebut sebagai serangan yang hebat.

"Ajang olahraga Olimpiade melibatkan banyak negara dan olahraga. Beberapa anggota Olimpiade memiliki infrastruktur mereka sendiri. Olimpiade menjadi lingkungan target yang kaya bagi banyak musuh," jelas John Hultquist sebagai direktur perusahaan keamanan siber FireEye, seperti dikutip Business Insider pada Selasa (13/2). (sat)