"Sekitar 300 persen peningkatan e-commerce di operator ya," jelas CEO PT Narindo Solusi Komunikasi, Bernard Martian, saat ditemui usai penandatanganan kerjasama di Jakarta, Selasa (13/2).
Pasalnya kontribusi yang didapat dari penjualan pulsa daring ini hanya satu persen dari keseluruhan penjualan. Sebanyak 75 persen penjualan masih didominasi oleh penjualan pulsa oleh kios tradisional.ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bernard menyebut ke depan sumbangan penjualan pulsa tradisional mungkin perlahan menghilang. Namun, dengan syarat sebagian besar masyarakat Indonesia sudah memiliki akses perbankan.
Beda segmen
Bernard juga menyebut bahwa penjualan melalui saluran tradisional, modern, maupun e-commerce, memiliki segmen yang berbeda.
Masyarakat menengah ke bawah lebih banyak yang memilih pembelian pulsa lewat kios tradisional. Sementara menengah ke atas biasa menjangkau saluran distribusi lewat modern market, modern retail, dan e-commerce.
Meski masih memberi kontribusi yang minim, namun Bernard menyebut peningkatan penjualan pesat lewat e-commerce sangat signifikan dibandingkan awal mula perusahaannya memperkenalkan bisnis pulsa digital.
Narindo bahkan mengklaim menjadi pionir penjualan pulsa digital yang baru menjadi tren di 2016 itu. Ia menyebut bahwa perusahaannya telah memiliki sejumlah rekanan e-commerce besar di Indonesia.
Sementara itu, untuk menambah channel pembelian pulsanya Narindo yang telah diakuisisi oleh PT Kioson Komersial Indonesia Tbk menjalin kerjasama dengan PT Pos Indonesia.
Kerjasama yang dilakukan selama lima tahun itu memungkinkan AgenPos yang merupakan mitra Kioson yang memiliki toko menjual pulsa dan melakukan top up pulsa ke kantor pos terdekat. (eks)