Fokus ke Bisnis Inti, Bos Baru Indosat Alergi Bisnis Digital

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Kamis, 16/11/2017 17:19 WIB
Fokus ke Bisnis Inti, Bos Baru Indosat Alergi Bisnis Digital CEO dan Presiden direktur Indosat Ooredoo, Joy Wahjudi. (Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- President Director dan CEO Indosat Ooredoo Joy Wahyudi menyebut layanan telekomunikasi akan jadi fokus utama perusahaan. Fokus ke bisnis inti menurutnya lebih baik ketimbang berspekulasi dengan bisnis baru.

"Tahun-tahun sebelumnya kita banyak bermain-main bikin bisnis ini-itu, sekarang semua kita setop. Kita back to basic," ujar Joy kepada pewarta yang menemuinya di kantor pusat Indosat Ooredoo di Jakarta Pusat, Kamis (16/11).

Joy menyebut bisnis e-commerce sebagai contoh bisnis yang akan mereka abaikan. Ia memastikan tak akan ada lagi mencoba peruntungan di bisnis e-commerce.


Bisnis yang dimaksud oleh Joy itu tak lain Cipika, anak perusahaan yang bergerak di bidang e-commerce dan akhirnya harus berhenti beroperasi pada pertengahan tahun ini.

Pernyataan Joy ini menegaskan arah bisnis Indosat yang makin menjauh dari layanan digital. Sebab sebelumnya CEO dan Presiden direktur terdahulu Alexander Rusli sempat menyatakan Indosat tak berminat mendalami bisnis startup.

Padahal pada 2014 silam, Indosat bersama SoftBank menginvestasikan US$50 juta untuk membangun program Ideabox, program semacam inkubator yang mencari dan mendanai startup di fase awal (seed funding).

"Enggak bisa cari uang di sana, cuma untuk mencari sinergi saja," aku Alex saat masih menjabat sebagai bos Indosat, Jumat (29/9) lalu.

Sikap Indosat menjauhi bisnis digital ini juga terlihat dari ucapannya mengenai persaingan dengan perusahaan teknologi macam Traveloka, Gojek, atau startup dgitial lain. Menurut Joy, bersaing dengan mereka adalah sesuatu yang tidak perlu.

Sebagai gantinya, Joy akan menempatkan Indosat sebagai jembatan antara pelanggan dengan layanan digital yang ada di luar. Misalnya adalah dengan memperkuat jaringan dan paket data sebaik mungkin.

"80 persen dari belanja modal (capex) kita pasti lari ke bisnis dasar, tapi 20 persen kita kan juga ada B2B. Kita ada anak perusahaan B2B seperti Lintas Artha, Artha Jasa, dan lainnya yang kecil-kecil," tutur Joy. (sat/evn)