Indosat Tuntaskan Penataan Ulang Frekuensi 2,1GHz Lebih Awal

Ervina Anggraini, CNN Indonesia | Rabu, 14/02/2018 09:13 WIB
Indosat Tuntaskan Penataan Ulang Frekuensi 2,1GHz Lebih Awal Indosat merampungkan pita frekuensi pada Senin (12/2), lebih awal dari jadwal pemerintah. (dok. CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indosat Ooredoo mengumumkan telah merampungkan proses penataan ulang (refarming) pita rekuensi 2,1 GHz pada Selasa (13/2) malam. Proses ini lebih cepat dari yang dijadwalkan pemerintah.

Kluster Jakarta-1 dan Jawa Tengah-3 yang merupakan kluster terakhir penataan ulang pita frekuensi, berhasil diselesaikan pada Senin (12/2) malam. Indosat menjadi operator pertama mengawali proses refarming yang dimulai sejak 21 November 2017 lalu.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika menargetkan proses penataan ulang frekuensi yang dilakukan Indosat tuntas pada 1 Maret 2018.


Proyek penataan ulang pita frekuensi ini terbagi menjadi 24 kluster secara nasional yang dilaksanakan secara bertahap oleh operator dengan target selesai pada 25 April 2018.

Chief Technology and Information Officer Indosat Ooredoo Dejan Kastelic menyebut pihaknya sengaja mempercepat proses refarming untuk mempercepat pemanfaatan pita frekuensi radio bagi masyarakat dan pelanggan.

"Mengingat  pita frekuensi radio ini sumber daya terbatas yang harus dioptimalkan pemanfaatannya. Kami berharap inisiatif percepatan yang sudah kami upayakan ini akan mendorong percepatan penataan pita frekuensi radio 2.1 GHz secara keseluruhan," ungkap Dejan dalam keterangan tertulis.

Penyelesaian penataan ulang pita frekuensi ini disaksikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, Balai Monitor (Balmon) Spektrum Frekuensi Indonesia dan Chief of Technology and Information Officer Ooredoo Group, Ahmad Abdulaziz Al Neama.

Usai merampungkan proses refarming, Indosat menyebut telah menyusun strategi di tahun 2018 untuk mengembangkan dan memperluas jaringan. (evn)