Spotify Melantai di Bursa Saham New York

Eka Santhika, CNN Indonesia | Kamis, 01/03/2018 11:52 WIB
Spotify Melantai di Bursa Saham New York Layanan musik streaming Spotify (Spotify)
Jakarta, CNN Indonesia -- Layanan musik streaming Spotify telah menyelesaikan pengurusan dokumen untuk melantai di bursa saham. Penawaran saham perdana (Initial Public Offering/ IPO) yang akan dilakukan Spotify ditargetkan meraup dana hingga US$ 1 miliar. Namun perusahaan itu tidak berencana untuk "go public" dengan penggalangan dana seperti biasanya, sebab Spotify tidak bermaksud untuk menjual sahamnya ke publik.

Alih-alih, Spotify akan melakukan "direct listing" dimana pelepasan saham ke publik dilakukan oleh pemegang saham yang ada saat ini. Pemegang saham yang terdiri dari karyawan dan investorlah yang memutuskan kapan akan menjual saham mereka ke pasar saham. Meski mengetahui kalau penjualan saham model ini beresiko, tapi Spotify tetap menjalankan rencananya untuk masuk bursa saham.

Debutnya sebagai perusahaan publik sepertinya akan dilakukan pada Maret atau awal April. Spotify terdaftar dengan kode SPOT di Bursa Saham New York. Masih belum jelas berapa harga saham yang akan diperdagangkan di bursa untuk layanan musik ini.


Sementara pada perdagangan privat, saham Spotify dihargai US$90 dan US$132,5. Meski demikian, Spotify menyebut bahwa harga tersebut tak hanya memiliki sedikit korelasi atau tidak berhubungan sama sekali terhadap harga publik pada saham di bursa New York.

Spotify telah menjadi pemimpin di layanan musik streaming dunia. Perusahaan tersebut melaporkan telah memiliki 71 juta pengguna berbayar dan lebih dari 156 juta pendengar aktif bulanan per Desember 2017. Layanannya tersedia di 61 negara. Mengekor Spotify, ada Apple Music dengan 36 juta pengguna berbayar.

Dalam laporan tersebut tertera bahwa perusahaan Swedia ini telah memiliki pendapatan 4,09 miliar Euro tahun lalu dan kerugian 1,2 miliar Euro.

Keuntungan dan kerugian ini naik dari tahun sebelumnya. Pada 2016 Spotify mencatat keuntungan 2,95 miliar Euro dan merugi 539 juta Euro. Spotify juga mendapatkan pendanaan US$2,7 miliar tahun lalu.

Belakangan, terganjal oleh beberapa kasus hukum. Para perusahaan rekaman dan pemilik hak cipta musik menuntut negosiasi ulang. Begitujuga tuntutan dari berbagai asosiasi komposer, menilik hak cipta, grup perdagangan yang juga meminta Spotify meningkatkan bayarannya.

Saat ini, 87 persen musik yang dimainkan di Spotify adalah musik-musik dari label besar seperti Universal, Sony Music, dan Warner, demikian diberitakan TechCrunch. (eks/eks)