Bos Gojek Ingin Pengemudi Punya Saham di Perusahaan

Kustin Ayuwuragil & Agnes Savithri, CNN Indonesia | Senin, 05/03/2018 14:51 WIB
Bos Gojek Ingin Pengemudi Punya Saham di Perusahaan Ilustrasi. (Foto: Dok. Go-Jek Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gojek ingin bisa melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasalnya, perusahaan ride-sharing ini melihat aksi korporasi penawaran saham perdana (IPO) ini bisa membuat pengemudi turut membeli saham.

Andre Soelistyo, GO-JEK President mengungkapkan pihaknya mendambakan hal tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada yang spesifik terkait waktu yang tepat untuk IPO.

"Sebab ini akan menjadi kebanggaan kami untuk bisa melantai di sini, sehingga masyarakat Indonesia termasuk mitra-mitra pengemudi kami bisa ikut memiliki saham GO-JEK," jelasnya, dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (5/3).


Lebih lanjut, Andre mengungkapkan akan serius membahas rencana IPO tersebut.

"Yang pasti, kami sangat serius dalam hal ini," tambahnya.

Andre dan timnya pun telah melakukan kunjungan dan bertemu direksi BEI. Dalam kesempatan tersebut, BEI menjelaskan mengenai kondisi pasar modal Indonesia saat ini dan berdiskusi mengenai bagaimana BEI dapat mendukung lebih banyak perusahaan teknologi dan startup Indonesia untuk go public.

"Kami melihat bahwa BEI telah menyiapkan berbagai pendekatan yang dapat membantu perusahaan startup teknologi digital untuk IPO, di tengah kondisi dinamis perkembangan sektor teknologi," jelasnya.

Ganti desain antarmuka aplikasi

Sejalan dengan itu, aplikasi ini pun baru melakukan desain ulang tampilan antarmuka dalam aplikasi. Penampilan baru ini memungkinkan pengguna mendesain sendiri tampilan lintas cepat yang diinginkan muncul di halaman muka.

Chief Marketing Officer GO-JEK Piotr Jakubowski, mengungkap bahwa alasan perusahaan melakukan desain ulang adalah untuk memberikan konsumen antarmuka yang lebih personal.

"Wajah baru aplikasi GO-JEK ini lebih stylish dan "kamu banget". Pengguna memiliki kebebasan untuk melakukan kustomisasi user interface aplikasi GO-JEK berdasarkan layanan yang paling sering mereka pakai," terangnya secara tertulis.

Jakubowski menuturkan, inovasi ini dilakukan berdasarkan masukan yang didapat dari para pengguna setia layanannya.

"Kami melihat bahwa para pengguna aplikasi GO-JEK menginginkan akses aplikasi yang lebih cepat dan yang mencerminkan apa yang mereka inginkan. Pengguna ingin merasa semakin mudah dan nyaman dalam memanfaatkan layanan GO-JEK," kata dia. (age/age)