Curhat Kominfo 'Dicuekin' Tumblr soal Konten Porno

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Rabu, 07/03/2018 18:00 WIB
Curhat Kominfo 'Dicuekin' Tumblr soal Konten Porno Ilustrasi. (CNN Indonesia/Laudy Gracivia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dirjen Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan mengungkapkan pihaknya mengharapkan Tumblr untuk memenuhi permintaan Kominfo jika masih ingin berbisnis di Indonesia.

Kominfo menjelaskan bahwa pemblokiran Tumblr bukan hanya semata-mata karena pemerintah menemukan konten yang bermuatan pornografi. Tetapi, Kominfo merasa tak direspons oleh perusahaan penyedia microblogging milik Yahoo itu.

"Tahun lalu kita menutup 500 ribu konten pornografi di Twitter. Jadi memang ada kerjasamanya memang pornografi ini permasalahan kita makanya kita butuh masukan dari masyarakat," ujarnya.


Namun, Tumblr belum menjalin kerjasama yang baik dengan Kominfo. Permintaan Kominfo untuk menghapus konten-konten itu juga tak digubris Tumblr.


Semuel mengaskan harus ada kerja sama antara kedua belah pihak untuk menjaga platform tersebut. Dia mengatakan seharusnya Tumblr memiliki keinginan untuk merespons pertanyaan Kominfo terkait dengan persoalan pornografi tersebut.

"Kuncinya adalah merespons. Ada willingness-nya ke kita. Kita punya aturan, mereka harus mematuhi kita," lanjutnya.

Panduan Pelaporan

Selain itu, Tumblr juga dinilai Semuel tak memiliki panduan pelaporan konten. Filtering personal pengguna dianggap tak cukup untuk melindungi netizen Indonesia.

"Ini kan personal. Kalau masyarakat bisa melindungi diri mereka sendiri ya bagus. Itu ultimate goal kita. Tapi di Tumblr nggak ada sistem pelaporan general, hanya perseorangan saja," kata dia.


Sebelumnya, Kominfo melaporkan adanya konten pornografi di Tumblr pada 28 Februari silam. Sesuai dengan peraturan, Kominfo memberikan waktu 2x24 jam untuk menunggu respons Tumblr.

Sayangnya, hingga 5 Maret yang bersangkutan tetap bergeming sehingga Kominfo menutup DNS-nya. Langkah tersebut langsung mendapat respons di masyarakat yang tak setuju situs microblogging ini ditutup. (asa)