Pelanggan Masih Bisa Hidupkan Kartu SIM yang Diblokir

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Rabu, 14/03/2018 20:15 WIB
Pelanggan Masih Bisa Hidupkan Kartu SIM yang Diblokir Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) masih memberikan kesempatan registrasi pada pengguna kartu SIM prabayar hingga 1 Mei 2018. Jika hingga tanggal tersebut tak juga melakukan registrasi, maka nomor pengguna akan sepenuhnya diblokir hingga tak bisa menikmati layanan komunikasi lagi.

Setidaknya hal itu awalnya disosialisasikan Kominfo untuk mengajak masyarakat meregistrasikan nomor kartu SIM mereka. Namun, Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemenkominfo Ahmad M Ramli mengatakan bahwa bisa tidaknya nomor digunakan setelah diblokir bergantung pada operator.

"Bisa tidaknya kartu itu kembali digunakan sangat tergantung operator masing-masing. Karena ada operator yang setelah dinonaktifkan, baru 3 bulan kemudian kartu dimatikan," terang Ramli, Rabu (14/3) di Jakarta.
Hal serupa dibenarkan Ketua Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Merza Fachys selaku yakni setiap operator memiliki waktu daur ulang nomor yang berbeda-beda. Sehingga selama nomor itu belum masuk keranjang daur ulang, artinya masih bisa digunakan kembali.


"Sebelum dihanguskan untuk direcycle, nomor masih bisa diaktifkan. Tapi kalau sudah masuk keranjang sudah tidak bisa," kata dia dalam kesempatan yang sama.

Kominfo pun mengumumkan sebanyak 351.595.558 kartu prabayar telah diregistrasi ulang per Rabu, (14/2) pukul 07.00 WIB. Jumlah tersebut memang sudah mendekati ekspektasi 360 juta pengguna.

Namun, masih ada beberapa juta nomor yang belum melakukan registrasi.
"Kalau memang nomor diperlukan, sebaiknya segera saja diregistrasi. Karena itu artinya tidak ada jaminan nomornya itu kemudian akan bisa digunakan lagi," tambah Ramli.

Diketahui, Kominfo menggunakan pemblokiran bertahap dalam mewajibkan pengguna kartu SIM melakukan registrasi prabayar. Pada tahap pertama yaitu 1-31 Maret, operator akan memblokir layanan telepon dan SMS keluar pada nomor-nomor yang belum melakukan registrasi.

Pada tahap kedua yakni tanggal 1-30 April 2018, pemblokiran layanan telepon dan SMS masih akan dilakukan. Pada tahapan terakhir yaitu 1 Mei, semua layanan hingga data internet diblokir. (age/age)