Stasiun Antariksa China Kecil Kemungkinan Jatuh ke Indonesia

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Rabu, 21/03/2018 14:54 WIB
Stasiun Antariksa China Kecil Kemungkinan Jatuh ke Indonesia LAPAN menyebut kecil kemungkinan stasiun luar angkasa Tiangong-1 jatuh ke wilayah Indonesia. (Foto: China Daily/ via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kondisi geografis Indonesia menjadi salah satu wilayah yang bisa kejatuhan serpihan bangkai wahana antariksa Tiangong-1 milik China. Namun, hal itu bukan berarti Tiangong-1 pasti akan jatuh ke Indonesia.

Mengutip tulisan Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) Thomas Djamaluddin, alasan Indonesia masuk ke dalam daftar negara kejatuhan Tinagong-1 karena kemiringan bidang orbit wahana sebesar 42,8 derajat.

Alhasil wilayah yang kemungkinan jadi tempat peristirahatan terakhir Tiangong-1 adalah wilayah Bumi yang terletak di antara 43 derajat lintang utara dan 43 derajat lintang selatan. Di wilayah tersebutlah pecahan wahana diperkirakan bakal terserak.


"Di mana jatuhnya? Tidak bisa dipastikan, karena faktor hambatan atmosfer belum bisa dihitung secara akurat," tulis Thomas dalam blog pribadinya.

Peneliti bidang sains atmosfer dari LAPAN, Rhorom Priyatikanto, menilai probabilitas Tiangong-1 jatuh di Indonesia cukup kecil. Hanya 1,5 persen kemungkinan objek jatuh di wilayah Indonesia dan 0,5 persen jatuh di daratan Indonesia.



"Angka tersebut terbilang kecil. Tapi pemantauan tetap perlu dilakukan," tulis Rhorom di akun Twitter miliknya.

Kemungkinan itu diperoleh Rhorom dengan membandingkan luas seluruh wilayah di antara 43 derajat LU dan 43 derajat LS yang luasnya 348,6 juta km persegi dengan luas wilayah Indonesia sebesar 4,2 juta km persegi dengan luas daratan sekitar 1,9 juta km persegi.

Dari pemantauan terakhir LAPAN, Rhorom mengatakan sejauh ini Tiangong diprediksi akan jatuh pada 12 April 2018. Namun tanggal itu dapat berubah seiring kondisi.

Berdasarkan catatan Thomas, ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi lokasi jatuh Tiangong-1. Pertama adalah kerapatan atmosfer yang akan berpengaruh pada kecepatan jatuh objek antariksa. Lalu keadaan atmosfer pun bakal bergantung pada aktivitas Matahari dan medan magnet Bumi.

"Sampai dengan pertengahan Maret, prakiraan waktu jatuh sekitar April, dengan ketidakpastian +/- 7 hari," tulisnya. (evn)


BACA JUGA