Mengutip tulisan Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) Thomas Djamaluddin, alasan Indonesia masuk ke dalam daftar negara kejatuhan Tinagong-1 karena kemiringan bidang orbit wahana sebesar 42,8 derajat.
Alhasil wilayah yang kemungkinan jadi tempat peristirahatan terakhir Tiangong-1 adalah wilayah Bumi yang terletak di antara 43 derajat lintang utara dan 43 derajat lintang selatan. Di wilayah tersebutlah pecahan wahana diperkirakan bakal terserak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Angka tersebut terbilang kecil. Tapi pemantauan tetap perlu dilakukan," tulis Rhorom di akun Twitter miliknya.
Kemungkinan itu diperoleh Rhorom dengan membandingkan luas seluruh wilayah di antara 43 derajat LU dan 43 derajat LS yang luasnya 348,6 juta km persegi dengan luas wilayah Indonesia sebesar 4,2 juta km persegi dengan luas daratan sekitar 1,9 juta km persegi.
Berdasarkan catatan Thomas, ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi lokasi jatuh Tiangong-1. Pertama adalah kerapatan atmosfer yang akan berpengaruh pada kecepatan jatuh objek antariksa. Lalu keadaan atmosfer pun bakal bergantung pada aktivitas Matahari dan medan magnet Bumi.
"Sampai dengan pertengahan Maret, prakiraan waktu jatuh sekitar April, dengan ketidakpastian +/- 7 hari," tulisnya. (evn)