'Tantangan' Terbuka Grab terhadap Gojek

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Selasa, 03/04/2018 20:44 WIB
CEO Grab Anthony Tan menyatakan akuisisi Uber adalah kesempatan yang bagus untuk menguasai bisnis finansial dan transportasi di kawasan Asia Tenggara. CEO Grab Anthony Tan akuisisi Uber adalah kesempatan yang bagus untuk menguasai bisnis finansial dan transportasi di kawasan Asia Tenggara. (Foto: REUTERS/Edgar Su)
Jakarta, CNN Indonesia -- Grab resmi mengakuisisi Uber pada pekan lalu. Menurut CEO Grab Anthony Tan akuisisi itu adalah kesempatan yang bagus untuk menguasai bisnis finansial dan transportasi di kawasan Asia Tenggara.

Tan optimis bisa berkompetisi dengan perusahaan fintech lain seperti WeChat, Ant Financial atau GoPay milik Gojek. Perusahaan yang bermarkas di Singapura itu harus mengalahkan Gojek yang terlebih dahulu mendapat investasi besar dari Alphabet.

Tan mengatakan bahwa dia ingin menjadi perusahaan aplikasi transportasi terdepan di Indonesia dengan aset UberEats. UberEats menawarkan layanan pengantaran makanan seperti halnya Go-Food.



UberEats sudah hadir di Indonesia dan akan terus berjalan hingga Mei di Uber. Nantinya, pedagang dan pelanggan UberEats akan diminta untuk pindah ke layanan GrabFood.

"Kami akan terus berinvestasi di Indonesia dan kami percaya diri dengan aset Uber Eats, kami akan menjadi pemain makanan terbesar di wilayah ini," ujarnya seperti dilansir CNBC.

Indonesia sendiri menjadi medan 'pertempuran' yang cukup berat buat Grab. Gojek sebelumnya lebih dahulu hadir melalui salah satu produknya yakni GoPay.

Ekspansi GrabPay

Dia juga menjelaskan bahwa perusahaan kemudian akan mengekspansi layanan GrabPay dan Grab Financial di tanah air. Dia menganggap layanan-layanan tersebut bisa berkembang di Indonesia yang menjadi salah satu pasar kunci Grab.


"Saat orang bangun, mereka memesan mobil. Mobilnya dibayar melalui Grab Financial, kemudian datang. Dia juga membayar makan siangnya dengan GrabPay," kata dia, mencontohkan.

Grab Financial adalah layanan layanan asuransi dan pinjaman yang bisa dinikmati oleh konsumen maupun pengusaha UMKM di kawasan Asia Tenggara. Namun, layanan ini memang belum menyentuh Indonesia.

Ketika ditanya rencana ke depannya untuk mengubah Grab menjadi platform multi-layanan, Tan enggan memberikan jawaban. Namun, dia mengatakan bahwa akuisisi Uber di Asia Tenggara adalah langkah yang benar. (asa)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK