Cambridge Analytica Bantah Langgar Kebijakan Data Facebook

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Selasa, 10/04/2018 14:40 WIB
Cambridge Analytica Bantah Langgar Kebijakan Data Facebook Cambridge Analytica menampik dugaan pencurian data Facebook. (Foto: Reuters/Henry Nicholls)
Jakarta, CNN Indonesia -- Cambridge Analytica (CA) menampik tuduhan pelanggaran hukum yang dilakukan perusahaan sebagai bagian dari skandal kebocoran data Facebook.

Dalam rilis yang dikeluarkan CA dalam situs resminya, mereka menjelaskan data yang mereka gunakan berasal dari General Science Research. Data pelanggan Facebook dari GSR tersebut diklaim legal.

Lebih lanjut, GSR disebut mendapatkan data melalui perangkat yang disediakan Facebook. Selain itu, CA menampik tuduhan data yang ada digunakan pada Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2016.


Pasalnya, menurut CA, cara perusahaan menggunakan data sama dengan perusahaan analisis data lainnya.

"Ratusan perusahaan data telah menggunakan data Facebook dengan cara yang sama. Agar jelas, Cambridge Analytica tidak secara ilegal mengumpulkan dan membagikan data pada siapa pun dengan tidak benar," kata Cambridge Analytica dalam pernyataannya.

Sementara itu, Facebook menolak memberikan respons mengenai pernyataan CA tersebut. Facebook sebelumnya telah memutus akses perusahaan dari jejaring sosialnya.

Facebook juga baru saja mengubah kebijakannya untuk memperjelas bagaimana jejaring sosial yang dibangun Mark Zuckerberg itu mengumpulkan data dan bekerja dengan pengembang di luar perusahaan.

Mereka mengumumkan batasan platform API yang merusak banyak aplikasi yang dibangun di Facebook tetapi langkah ini akan mencegah penyalahgunaan privasi. Facebook menggunakan Cambridge Analytica sebagai contoh penyalahgunaan data yang coba mereka lawan.

Ini juga bukan pertama kalinya Cambridge Analytica menampik tuduhan penyalahgunaan data Facebook. Sebelumnya, perusahaan itu bahkan bersedia diaudit oleh agensi yang ditunjuk Facebook untuk membuktikan dirinya tak bersalah. (age)