Produk Lokal di Lazada Bakal Dijual di Malaysia dan Singapura

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Rabu, 11/04/2018 20:32 WIB
Produk Lokal di Lazada Bakal Dijual di Malaysia dan Singapura Lazada akan mulai memasarkan produk dalam negeri ke Malaysia dan Singapura. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lazada Indonesia segera menempatkan sejumlah produk buatan dalam negeri di Malaysia dan Singapura. Produk yang dibawa 'go international' itu dijadwalkan berjalan mulai 9 Mei 2018.

Tak semua jenis barang bisa diboyong dalam program lintas negara tempat Lazada beroperasi. Chief Marketing Officer (CMO) Lazada Indonesia Ahmad Alkatiri berkata kurasi produk ditentukan pada kategori produk paling laku di negara tujuan dan produk yang paling dibutuhkan oleh komunitas Indonesia yang tinggal di sana.

"Misal di Malaysia lagi mau lebaranberarti barangnya yang paling laku fesyen, kita ambil barang-barang fesyen dari Indonesia, kita masukkan ke kontainer tanggal 9 Mei, kemudian kita lepas di Malaysia, tukas Ahmad usai peringatan Lazada ke-6 di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (11/4).


Pada tahap awal program ini Lazada berencana memilih 100 - 150 penjual. Seiring waktu jumlah penjual yang ikut ditargetkan terus bertambah.

Singapura dan Malaysia dipilih lantaran kedua negara itu dianggap paling dan dan memungkinkan untuk mengeksekusi program ini. Selain itu, kedua negeri jiran tersebut punya komunitas warga Indonesia paling banyak di antara negara lain di kawasan.

"Kami percaya bahwa kepuasan kami tidak terlepas dari kiprah seller, termasuk UMKM juga dukungan brand mitra kami," ujar Duri Granziol, salah seorang CEO Lazada Indonesia.

Sebelumnya lama dikabarkan Lazada berencana memboyong produk dalam negeri ke sejumlah negara Asia Tenggara tempat mereka juga beroperasi. Dengan infrastruktur dan teknologi yang sudah tersebar di masing-masing negara, mereka yakin rencana ini bisa mendongkrak kapasitas transaksi UKM yang sudah berjualan di platform mereka.

Selain di Indonesia, Lazada tercatat telah beroperasi di Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. E-commerce yang sudah diambil alih oleh Alibaba ini mengklaim sudah melayani 560 juta konsumen dengan 135.000 mitra penjual. (evn)