Dilansir dari Asian Nikkei Review, Indonesia mengalami pertumbuhan konsumen ecommerce sebesar 11 juta sepanjang 2017. Jumlah ini membuat total konsumen e-commerce menjadi 35 juta.
Survei yang dilakukan FT Confidential Research (FTCR) terhadap 1.000 konsumen perkotaan memperlihatkan ecommerce lokal yakni Tokopedia masih menjadi 'tuan di rumah sendiri' dengan mengalahkan Lazada Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sisi kinerja, Tokopedia memang tengah naik daun. Pertengahan tahun lalu, marketplace ini mendapatkan kucuran dana dari raksasa e-commerce dunia Alibaba Group sebesar US$1,1 miliar atau setara Rp14,7 triliun.
Posisi 10 besar tersebut dinilai berasal dari gebrakan besar yang dilakukan Shopee tahun lalu. E-commerce ini menawarkan pengiriman gratis atau diskon besar selama promosi seperti Shopee Big Mobile Shopping Day. Menurut perusahaan monitor iklan TV, Adstensity, e-commerce tersebut rela merogoh kocek sebesar Rp205,9 miliar rupiah untuk iklan televisi pada 2017
Sementara perusahaan afiliasi dari China JD.com, JD.id pun masuk ke dalam 10 besar dengan menghabiskan Rp215,6 miliar untuk iklan TV dengan pesan bahwa produknya asli. Iklan tersebut menargetkan untuk menghilangkan kekhawatiran konsumen terhadap risiko penipuan yang sering dikaitkan dengan platform consumer-to-consumer.
Iklan televisi memang dinilai efektif untuk menggaet pelanggan baru. Namun, ternyata faktanya iklan televisi yang dilakukan e-commerce menurun hampir 14% sepanjang 2017. Penurunan ini pun disumbang oleh Tokopedia yang menurunkan dana iklan televisinya hingga 30,8% dan OLX yang menghabiskan 50,3% lebih sedikit dari tahun sebelumnya.
Selain meningkatnya konsumen belanja online, ternyata ada fakta menarik lainnya. Konsumen tercatat lebih sering melakukan belanja online.
Lihat juga:Gurita Bisnis E-Commerce Grup Konglomerat |
Namun, nilai transaksi tercatat masih rendah. Survei memperlihatkan 60% kaum urban yang memiliki pendapatan bulanan sebesar Rp7,7 juta menghabiskan ku (age)