Namun ia menolak anggapan anggota kongres yang mengatakan pengguna Facebook tidak memiliki cukup kendali atas data mereka.
"Setiap kali seseorang memilih untuk berbagi sesuatu di Facebook, ada pengendalinya. Di sana. Tidak terkubur dalam setelan di lokasi lain, namun di akun tersebut," kata pengusaha internet 33 tahun tersebut di depan Komisi Energi dan Perdagangan Kongres AS, Rabu (11/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Selasa (10/4), Zuckerberg menghabiskan hampir lima jam bertatap muka dengan para senator, tanpa memberikan kepastian akan dukungan peraturan baru soal media sosial dan bisnisnya.
Skandal penyalahgunaan data pengguna Facebook oleh konsultan politik Cambridge Analytica menggoncang raksasa jaringan media sosial tersebut selama sebulan terakhir.
Zuckerberg pun dicecar 'habis' oleh Kongres AS, salah satunya adalah cara Facebook membagikan data pengguna mereka. Ini pun mendorong isu untuk membuat peraturan yang mampu mengendalikan Facebook dan media sosial.
"Bagaimana pengguna dapat mengendalikan data mereka ketika Facebook tidak memiliki kendali atas data tersebut?," kata Frank Pallone, senator Demokrat dari New Jersey.
"Saya tidak ingin mendukung untuk ikut mengatur Facebook, tapi ya Tuhan, saya akan melakukannya," kata John Kennedy, senator Republik kepada Zuckerberg. "Banyak yang bergantung kepada Anda,"
Zuckerberg juga menampik permintaan untuk mendukung peraturan khusus soal data di media sosial. Peraturan itu memaksa perusahaan media sosial untuk mendapatkan izin pengguna sebelum berbagi soal data dan informasi pribadi.
Namun ditekan berkali-kali oleh senator, Zuckerberg mengatakan akan mempertimbangkan permintaan tersebut.
"Pada prinsipnya, saya pikir itu masuk akal, dan rinciannya amat penting, dan saya berharap tim saya dapat bekerja sama dengan Anda untuk menyempurnakannya." kata Zuckerberg.
[Gambas:Video CNN]
(end)