Data Bocor Pengguna Facebook di Indonesia Bertambah

Agnes Savithri, CNN Indonesia | Selasa, 17/04/2018 14:02 WIB
Data Bocor Pengguna Facebook di Indonesia Bertambah Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben Hattari (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Facebook Indonesia mengungkapkan fakta terbaru mengenai skandal kebocoran data penggunanya. Dalam laporan terbaru Facebook mencatat ada tambahan jumlah pengguna di Indonesia yang terdampak.

Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben Hattari mengungkapkan ada tambahan sebanyak 1.095.918 pengguna yang berpotensi terdampak penyalahgunaan data.

"Total ada 1.096.666 orang di Indonesia atau sekitar 1,26 persen dari total jumlah orang yang terkena dampak secara global," terang Ruben saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Anggota Komisi I DPR RI di Jakarta, Selasa (17/4).


Menurut Ruben sejak November 2013 hingga 2015 ada 748 orang di Indonesia yang memasang aplikasi thisisyourdigitallife. Aplikasi tersebut yang merupakan kuis tes kepribadian diketahui menggunakan akses akun Facebook.

Angka tersebut diketahui tidak termasuk orang yang telah mengunduk aplikasi, tapi kemudian menghapus akun Facebooknya. Perusahaan milik Mark Zuckerberg ini mengklaim tidak menyimpan data pengguna perorangan yang mengunduh aplikasi tersebut.

Facebook menggunakan metode untuk mengidentifikasi pengguna yang terkena dampak penyalahgunaan data. Seperti penggunaan fitur lokasi namun tidak mencerminkan kebangsaan atau tempat tinggal dan domisili sebenarnya.

Terkait hal itu, Ruben menyebut akun aplikasi tersebut tidak memiliki informasi sensitif pengguna Facebook seperti kata sandi atau informasi finansial.

"Aplikasi tersebut tidak memiliki informasi sensitif, dalam hal ini informasi teman dan data yang dipublikasikan di platform Facebook sesuai pengaturan privasinya," imbuhnya.

Lebih lanjut Ruben menegaskan pihaknya akan mencari tahu dampak dan kerugian yang diakibatkan oleh Cambridge Analytica demi memastikan tidak ada penyalahgunaan data.

Kedepannya, Facebook menyebut akan membatasi pengembang yang terhubung dengan aplikasi pihak ketiga.

"Kami akan melakukan investigasi, jika ada penyalahgunaan maka akan langsung diblokir demi memastikan tidak terjadi lagi," ucapnya. (age/evn)