Hanafi menilai jawaban Facebook bersifat defensif dan normatif.
"Banyak teman yang tidak puas. Saya pribadi juga jawaban-jawaban atau penjelasan yang disampaikan defensif. Memang mereka menjanjikan follow up terkait laporan audit investigasi, kemudian menerima catatan tentang platform policy-nya," ucapnya di Senayan, Jakarta, Selasa (17/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanafi juga menegaskan pihaknya akan terus mengejar penjelasan Facebook terkait data 1 juta pengguna Indonesia. Pasalnya, hingga akhir RDP kemarin Facebook dinilai belum memberikan jawaban secara jelas.
Hanafi menegaskan pihaknya mendesak Facebook untuk melakukan hal tersebut karena sudah masuk kategori pelanggaran hukum.
Lihat juga:DPR Undur Ancaman Blokir Facebook Sebulan |
Namun, ia meminta komitmen Facebook untuk melakukan perbaikan.
"Hasil investigasi kami minta segera. Kami pun bicara lagi dengan pemerintah. Sebaiknya kesalahan Facebook ini tindak lanjutnya seperti apa? Secara pribadi saya masih terbuka seperti tadi bahwa ada sanksi dan tidak menutup untuk moratorium layanan Facebook," ucapnya. (age/evn)