Hal ini diungkap oleh Brittany Kaiser, mantan eksekutif Cambridge Analytica. Keterangan ini disampaikan saat memberikan keterangannya dihadapan Parlemen Inggris, Selasa (17/4).
Menurutnya, jumlah kuis yang terindikasi memanen data masih dapat bertambah. Salah satunya adalah kuis 'Compass Sex'. Kuis ini merupakan aplikasi pencari jodoh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kaiser juga menduga bahwa data pengguna yang bocor lebih besar dari 87 juta akun. Sebab, menurut pengakuannya, perusahaannya membuat banyak kuis serupa.
CA Akui Buat Kuis Skala Kecil
Konsultan Politik ini mengakui hanya mengambil data pengguna berlisensi sebanyak 30 juta orang. Namun pihak Cambridge Analytica mengakui mereka pernah membuat kuis berskala kecil.
Seorang juru bicara CA mengatakan kepada mereka bahwa pihaknya pernah membuat kuis untuk mengumpulkan data yang di sarankan oleh Kaiser.
"Data yang kami kumpulkan dari kuis ini sudah melalui persetujuan pengguna yang jelas," kata juru bicara itu.
"Ketika seseorang mengakses kuis ini dari Facebook mereka, kami hanya mengambil informasi profil publik saja," tambahnya, seperti dilansir Business Insider. (eks/btg)