Lebih dari Satu Kuis Facebook Salahgunakan Data Pengguna

CNNIndonesia, CNN Indonesia | Kamis, 19/04/2018 07:07 WIB
Kesaksian mantan pegawai CA menyebut bahwa banyak kuis Facebook lain yang juga menyalahgunakan data pengguna. Facebook (REUTERS/Stephen Lam)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan pegawai dari Cambridge Analytica beberkan bahwa banyak kuis lain yang juga mengoleksi data pengguna. Kuis-kuis ini menggunakan metode yang serupa dengan kuis yang meledakkan skandal kebocoran data pengguna Facebook.

Hal ini diungkap oleh Brittany Kaiser, mantan eksekutif Cambridge Analytica. Keterangan ini disampaikan saat memberikan keterangannya dihadapan Parlemen Inggris, Selasa (17/4).

Menurutnya, jumlah kuis yang terindikasi memanen data masih dapat bertambah. Salah satunya adalah kuis 'Compass Sex'. Kuis ini merupakan aplikasi pencari jodoh.

Namun, Kaiser tidak menjelaskan secara rinci cara kerja dari aplikasi ini. Namun, dia menegaskan aplikasi ini juga memanen data pribadi pengguna.


Untuk itu, ia berharap pihak Facebook diharapkan mampu melakukan audit kepada setiap aplikasi atau kuis di platformnya.

Kaiser juga menduga bahwa data pengguna yang bocor lebih besar dari 87 juta akun. Sebab, menurut pengakuannya, perusahaannya membuat banyak kuis serupa.

"Saya percaya bahwa jumlah pengguna Facebook yang datanya dikompromikan melalui rute yang mirip dengan yang digunakan oleh Kogan jauh lebih besar daripada 87 juta, dan baik Cambridge Analytica maupun perusahaan dan kampanye yang tidak berhubungan lainnya terlibat dalam kegiatan ini," imbuh Kaiser.


CA Akui Buat Kuis Skala Kecil

Konsultan Politik ini mengakui hanya mengambil data pengguna berlisensi sebanyak 30 juta orang. Namun pihak Cambridge Analytica mengakui mereka pernah membuat kuis berskala kecil.

Seorang juru bicara CA mengatakan kepada mereka bahwa pihaknya pernah membuat kuis untuk mengumpulkan data yang di sarankan oleh Kaiser.

"Data yang kami kumpulkan dari kuis ini sudah melalui persetujuan pengguna yang jelas," kata juru bicara itu.

"Ketika seseorang mengakses kuis ini dari Facebook mereka, kami hanya mengambil informasi profil publik saja," tambahnya, seperti dilansir Business Insider. (btg/eks)