Tujuannya tidak hanya untuk mempercantik selfie alias swafoto, memberikan efek dalam atau penangkapan sudut lebar. Vendor ponsel kini menyadari bahwa pengalaman penggunaan kamera depan maupun belakang mempengaruhi kesuksesan penjualan mereka.
Xiaomi belum lama ini meluncurkan Redmi Note 5 yang diklaim merupakan perangkat pertama Xiaomi yang membawa kamera 'level premium' meski hanya dibanderol kurang dari setengah harga dari ponsel flagship semacam Samsung Galaxy S9 atau iPhone X.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CNNIndonesia.com mendapatkan kesempatan untuk menjajal perangkat tersebut di area experience zone. Berikut ulasan singkatnya:
Redmi Note 5 memiliki desain yang tak jauh berbeda dari ponsel Xiaomi sebelumnya. Ponsel dengan dimensi 158,6x 75,4 x 8,05 mm ini tak cukup tipis. Jika dibandingkan Oppo F7 yang meluncur sehari sebelumnya misalnya, ketebalannya hanya 7,8 mm.
Tebal ponsel juga sedikit lebih tebal dari Vivo V9 dengan ketebalan 7,89 mm. Tapi bodinya lebih tipis dari Samsung S9 yang punya tebal 8,5 mm.
Pinggiran perangkat berbentuk membulat untuk membuat pengenggamnya nyaman. Untuk ukuran ponsel besar, Redmi Note 5 tergolong cukup nyaman untuk dikantongi maupun untuk mengetik.
Lihat juga:Mengintip Proses Perakitan Ponsel Pintar |
Kamera 'level premium'
Saat menerangkan kamera level premium Redmi Note 5, Shi tak henti membandingkan hasil fotonya dengan vendor ponsel global lain mulai dari Oppo, Vivo dan saingan terberat mereka yakni Apple dan Samsung.
Foto: CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil |
Tampak beberapa kali, Xiaomi menyebut bahwa hasil jepretan Galaxy S9 dan iPhone X sangat jernih dan akurat bahkan di kondisi kurang cahaya. Namun Redmi juga bisa menangkap momen sama baiknya dengan ponsel premium itu.
Faktanya, ponsel ini membawa kamera buatan Samsung dengan resolusi 12MP+5MP dan depan 13MP. Kamera belakangnya memiliki ukuran piksel kamera sebesar 1,4 mikron (atau mikrometer) yang hadir di Galaxy S9.
Efek beautify Xiaomi tampak lebih natural. Tak ada mata alien akibat foto terlalu ekstrim memperbesar mata atau dagu berjanggut yang akibat ponsel terlalu meniruskan bagian dagu pengguna. Benar bahwa kulit pengguna akan menjadi lebih mulus dan merata, terutama jika pengguna selfie dengan kamera depan.
Foto: CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil |
Pada kamera belakang, hasilnya menjadi lebih nyata. Tak ada "dempul" berlebihan akibat ponsel terlalu memutihkan kulit wajah pengguna. Sayangnya, kamera belakang tersebut beberapa kali gagal memburamkan background yang tidak diinginkan.
Kemampuan kamera di Redmi Note 5 memang diperkuat dengan kecerdasan buatan. Shi mengklaim bahwa kamera tersebut seharusnya mampu menghilangkan kantong mata, bekas luka jerawat, memancungkan hidung hingga memberi warna pada bibir.
Menjajal face unlock
Selain dibekali AI untuk pertama kalinya, Redmi Note 5 juga ponsel pertama Xiami yang membawa face unlock atau pembuka kunci layar dengan wajah. Face unlock ini diklaim lebih cepat dari pemindai sidik jari Xiaomi sendiri.
Sebenarnya tidak ada masalah berarti saat CNNIndonesia.com mencoba untuk merekam wajah demi dijadikan pengunci. Sayangnya hingga akhir percobaan, ponsel masih belum mau juga dikunci dengan fitur itu.
Tidak diketahui apakah terjadi masalah pada perangkat, atau memang fitur itu masih dikunci saat pameran produk saat peluncuran. (eks)
Foto: CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil
Foto: CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil