Tiga 'Kartini' Muda Peraih Juara Robotik Kreatif

RBC, CNN Indonesia | Senin, 23/04/2018 05:27 WIB
Tiga 'Kartini' Muda Peraih Juara Robotik Kreatif Tiga siswi SMAN 28 Jakarta sukses meraih juara pertama kategori Creative pada Indonesia Youth Robot Competition (IYRC) di ICE, Tangerang Selatan, Minggu (22/4). (CNNIndonesia/Rebeca Joy Limardjo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim robotik dari Sekolah Menengah Atas Negeri 28 Jakarta berhasil meraih juara pertama kategori Creative pada Indonesia Youth Robot Competition (IYRC) yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhebition (ICE), Tangerang Selatan, Minggu (22/4).

Tim ini beranggotakan tiga siswi yang kini sedak duduk di kelas 10, yakni Firda Aniqa Labibah (16), Clarissa Ratusima Arifi (14), dan Senit Araminta Jasmine (15).

Robot yang mereka lombakan hari ini bernama T-Rex Rov, yaitu sebuah robot yang dapat membantu aktivitas manusia di bawah permukaan laut.


"Fungsi observasi dapat digunakan untuk melihat terumbu karang atau kapal karam dan objek bawah laut lainnya. Sedangkan fungsi inspeksi atau quality control dapat melihat dan mengecek keadaan fasilitas umum yang ada di bawah laut seperti tiang dermaga," kata Firda saat ditemui di ICE, Minggu (22/4) sore.

"Robot kami juga memiliki sikat kawat yang kami gunakan untuk membersihkan algae atau ganggang yang dapat mengganggu quality control," imbuh Clarissa.

Senit menjelaskan mereka membuat robot ini karena melihat data yang menunjukkan bahwa para penyelam menghabiskan hingga 40 jam per pekan untuk melakukan observasi dan inspeksi di bawah laut.

Mereka mengungkapkan bahwa terlalu lama berada di dalam air dampat menimbulkan berbagai dampak buruk bagi penyelam, misalnya keracunan nitrogen atau penyakit tinitus.

Alasan Menekuni Dunia Robotik

Ternyata belum sampai setahun ketiga siswi SMAN 28 Jakarta ini menekuni dunia robotik. Clarissa mengaku tertarik untuk mengikuti ekstrakurikuler robotik karena mendengar cerita bahwa anggota tim robotik sering dikirim ke luar negeri.

"Jadi saya pikir, ikut [ekstrakurikuler robotik], siapa tahu ke luar negeri. Alhamdulilah bisa ke luar negeri buat lomba robotik," ujarnya.

Sementara, Senit mengaku bergabung karena ekstrakurikuler robotik menjadi salah satu yang terpopuler di sekolahnya, namun anggotanya jarang yang berjenis kelamin perempuan.

"Awalnya lihat elektronik, wah keren. Lalu kan jarang cewek bikin robot," tutur Senit.

Clarissa dan Senit sebelumnya sudah pernah mengikuti lomba robotik International Robot Olympiad di Cina pada 2017 lalu.

Adapun Firda mengatakan bahwa ia memang tertarik dengan dunia teknik, karena ia mengagumi bagaimana orang dapat mengubah sesuatu yang bukan apa-apa menjadi benda yang berguna.

"Dan untuk bisa melakukannya bersama teman-teman saya itu keren banget," ujarnya. (res)