Spotify masih Rugi Usai Melantai di Bursa Saham

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Jumat, 04/05/2018 18:40 WIB
Spotify masih Rugi Usai Melantai di Bursa Saham Spotify dilaporkan tetap merugi usai melantai di lantai bursa. (Foto: CNN Indonesia/Susetyo Dwi Prihadi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Usai menawarkan saham ke publik secara resmi, Spotify tercatat masih merugi. Harga saham Spotify anjlok 8 persen pada penjualan Rabu (2/5).

Pendapatan Spotify pada triwulan pertama tahun ini tercatat US$1,37 miliar. Angka tersebut memang meningkat dari periode yang sama setahun silam sebesar US$1,09 miliar.

Selama kuartal pertama 2018, Spotify diketahui banyak berinvestasi untuk penelitian dan pengembangan staf. Perusahaan merekrut hampir setengah dari total karyawannya saat ini.


Mengutip Billboard, meski masih merugi US$208,2 jutaatau setara US$124,42 per lembar saham pada periode ini, angka ini justru lebih kecil dari kerugian serupa setahun silam sebesar 2,3 persen. Tahun lalu Spotify menelan pil pahit akibat kerugian sebesar US$213,1 juta.

Dari sisi pengguna, Spotify memiliki 170 juta dengan 75 juta diantaranya merupakan pelanggan berbayar. Sebelumnya perusahaan riset keuangan, FactSet memperkirakan pengguna berbayar Spotify menembus 75,1 juta.

Sementara jumlah pengguna 'gratisan' tumbuh melebihi perkiraan FactSet sebanyak 98 juta. Nyatanya total pengguna tak berbayar Spotify mencapai 99 juta.

Besar kemungkinan penambahan jumlah tersebut imbas layanan gratis yang dirilis beberapa pekan lalu demi memuaskan investor. Terlebih jumlah pengguna menjadi salah satu indikator memuaskan bagi penanam modal.

Pada Maret lalu Spotify memperkirakan bisa mengantongi 200 juta pengguna dengan 96 juta diantaranya menggunakan layanan berbayar hingga penghujung 2018. Spotify akan bersaing di ranah streaming musik dengan raksasa teknologi seperti Amazon, Apple, dan Alphabet. (evn)