Akademi Apple yang berlokasi di Bumi Serpong Damai (BSD), Banten, sudah memiliki satu kelas berisi 75 pelajar. Instruktur ahli dari Apple menjadi mentor di kelas tersebut.
"Kami sangat gembira bisa membuka Apple Developer Academy di Jakarta untuk membantu menyediakan pengembang masa depan dengan kemampuan yang mereka perlukan untuk mengembangkan aplikasi iOS dan bergabung dalam perekonomian berbasis aplikasi yang berkembang pesat," tutur Wakil Presiden Apple untuk Bidang Lingkungan Hidup, Kebijakan, dan Inisiatif Sosial, Lisa Jackson.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Objective-Z dan Swift adalah bahasa pemrograman yang dibutuhkan untuk membuat aplikasi di iOS, Apple TV, dan Apple Watch.
Apple Developer Academy ini merupakan kolaborasi antara Apple dan Universitas Bina Nusantara. Buntut dari kerja sama mereka adalah hanya mahasiswa dari Universitas Binus yang boleh ikut akademi ini.
Namun seiring waktu, peserta selain mahasiswa Universitas Binus boleh mengikuti akademi ini. Apple menyebut tak ada batasan waktu untuk ikut dalam Apple Developer Academy.
Pembangunan pusat riset dan pembangunan di BSD ini merupakan kelanjutan dari komitmen investasi Apple di Indonesia yang bernilai US$44 juta.
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyebut bahwa pusat riset ini lebih berfokus pada pengembangan talenta. Ia mengatakan ada dua fasilitas serupa yang akan berdiri di wilayah Indonesia lainnya.
"R&D ada macam-macam, ada yang engineering, kita tidak bikin yang seperti itu. R&D kita fokusnya di talent, human capital," ucap Rudiantara. (eks)