'Software Error' Penyebab Mobil Otonom Uber Tabrak Perempuan

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Rabu, 09/05/2018 14:10 WIB
Mobil otonom Uber menewaskan seorang perempuan di Arizona. Setelah pemeriksaan, diketahui software Uber yang mengalami masalah dan menyebabkan kecelakaan. Mobil swakemudi Uber menewaskan seorang perempuan di Arizona. (Foto: AFP PHOTO / Angelo Merendino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyebab kecelakaan mobil swakemudi Uber yang menewaskan seorang perempuan di Arizona, Amerika Serikat, pada Maret lalu, akhirnya terkuak. Sistem mobil Uber itu disebut memutuskan untuk tidak menghindar ketika korban sudah berada dalam penglihatannya.

Pertama kali dilaporkan oleh The Information, Uber mendapati piranti lunak kendaraannya memilih mengabaikan Elaine Herzberg yang menyeberang bersama sepedanya sebagai objek yang tak perlu dihindari.

Mobil swakemudi Uber memang memiliki kemampuan menilai objek apa saja yang berada di depannya yang tak perlu dihindari seperti kantong plastik. Eksekutif Uber meyakini penyetelan sistem tersebut terlalu longgar sehingga tidak menghindari korban yang sedang menyeberang.


Kejadian ini diperparah ketika pria yang berjaga di balik kemudi mobil otonom itu dalam posisi lengah. Pengemudi tersebut tak cukup siap menghentikan laju mobil yang berkecepatan 40 km/jam yang akhirnya menabrak korban.

Elaine Herzberg dinilai sebagai manusia pertama yang meninggal karena kecelakaan yang diakibatkan oleh mobil swakemudi.

"Di saat bersamaan, kami telah mengkaji ulang keamanan program kendaraan swakemudi," kata juru bicara Uber seperti dikutip dari The Information, Senin (7/5).

Investigasi kecelakaan mobil otonom Uber dilakukan oleh National Transportation Safety Board (NTSB), badan di AS yang mengurusi keamanan transportasi. Elaine Herzberg yang berusia 49 tahun tewas ditabrak oleh Volvo XC90 yang merupakan kendaraan swakemudi Uber ketika sedang menyeberangi jalan pada malam hari di Arizona.

Akibat kecelakaan di Arizona tersebut, Uber menghentikan semua program kendaraan swakemudi mereka untuk sementara.

Saat kabar kecelakaan tersebut menyeruak, mitra proyek mobil otonom ini seperti Nvidia dan Velodyne melempar kesalahan ke Uber. Masing-masing berkeyakinan sistem yang mereka buat dapat bekerja dengan baik dan piranti lunak dari Uber yang gagal berfungsi dengan benar (age/age)