"Kami tidak hanya take-down tapi juga cari pelakunya. Kan sudah jelas di KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) bahwa enggak boleh menyiarkan potongan tubuh manusia," kata Dirjen APTIKA Semuel Abrijani saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon pada Minggu (13/5)
Lihat juga:Bom di Surabaya, Jakarta Siaga Satu |
Kominfo khawatir konten-konten tersebut sengaja disebar ke platform seperti Youtube, Facebook, Twitter dan Instagram untuk menyebar ketakutan.
"Kami juga sedang cari intensinya apa? Apakah untuk menyebarkan teror atau apa ini," kata dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Imbauan saya ya, yang penting itu adalah ini kan kejadian yang tragis. Apakah etis membagikan gambar-gambar seperti itu di sosial media? Teroris itu senang kalau masyarakat merasa takut, jadi tidak perlulah menyebarkan foto-foto seperti itu," lanjutnya.
Sementara itu, Plt Humas Kominfo Noor Iza mengatakan bahwa Kominfo saat ini tengah memproses 42 video YouTube yang memuat gambar jenazah korban. Video-video itu menurut dia ditemukan sendiri oleh Kominfo dan laporan masyarakat.
Menurut Noor, YouTube masih belum memberikan respons namun dia yakin YouTube sedang membersihkan platformnya dari dari konten ini.
(vws)