Kondisi Terakhir Suplai Motor ke Surabaya Pasca Ledakan Bom

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Selasa, 15/05/2018 11:57 WIB
Kondisi Terakhir Suplai Motor ke Surabaya Pasca Ledakan Bom Salah satu pekerja pabrik sedang melakukan pengecekan sepeda motor Honda sebelum dikirim ke dealer(Dok. Astra Honda Motor)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rentetan teror bom di Surabaya, Jawa Timur selama dua hari terakhir menimbulkan rasa cemas dan trauma bagi masyarakat setempat. Publik pun mengutuk aksi teror bom yang memakan korban jiwa tersebut.

Satu hari setelah berakhirnya teror bom, bagaimana aktivitas pengiriman sepeda motor ke Jawa Timur khusus Surabaya dan Sidoarjo, mengingat aktivitas warga setempat pada Minggu dan Senin (13/14/5) sempat terhenti.

Menanggapi kondisi itu, Direktur Pemasaran Astra Honda Motor (AHM) Thomas Wijaya menjelaskan pengiriman sepeda motor ke sejumlah jaringan di Jawa Timur khususnya Surabaya dan Sidoarjo berjalan normal.


"Sejauh ini pemenuhan produk ke jaringan termasuk ke Jawa Timur tidak ada kendala," kata Thomas kepada CNNIndonesia.com, Selasa (15/5).
Menurut Thomas suplai harus terpenuhi menjelang bulan puasa dan libur lebaran.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Pemasaran dan Penjualan divisi roda dua Suzuki Indomobil Sales (SIS) Yohan Yahya saat dimintai tanggapan seputar kegiatan bisnis Suzuki di tengah aksi teror yang berlangsung di dua kota di Jawa Timur.

Menurutnya, aksi teror yang dilancarkan oleh kelompok tertentu tidak akan memengaruhi suplai sepeda motor Suzuki ke Jawa Timur.

"Belum ada laporan yang menunjukkan hal tersebut (suplai terkendala). Kami yakin tidak akan ada pengaruh dari peristiwa kemarin," jelas Yohan.
Momen jelang ramadan

Sementara itu momen lebaran tahun ini dimanfaatkan Honda dan Suzuki untuk mendongkrak penjualan sepeda motornya di Jawa Timur.

AISI membidik pertumbuhan penjualan sepeda motor Indonesia pada tahun 2018 pada angka 6,1 juta unit.

Target penjualan tahun ini sebenarnya sedikit di bawah target penjualan awal tahun 2017 yang sebesar 6,2 juta unit. Namun, target kembali direvisi menjadi 5,9 juta unit dan kembali direvisi menjadi 5.750.000 unit sepanjang tahun lalu.
"Kami pun yakin permintaan dari wilayah Jatim akan meningkat apalagi menjelang lebaran dan memasuki masa panen," jelas Thomas.

Nada optimistis juga disampaikan pihak Suzuki, di mana Ia menyebutkan menjelang libur lebaran untuk membangkitkan penjualan sepeda motor dalam negeri.

"Biasanya menjelang hari pertama puasa agak sedikit stagnan karena semua sibuk mempersiapkan puasa pertama. Tapi setelahnya akan membaik dan meningkat," tutup Yohan. (mik)