Menteri Rudiantara akan menghadiri pertemuan itu sendiri. Ia dijadwalkan bertemu dengan perwakilan dari pemilik layanan besar seperti Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Telegram.
Pertemuan tersebut membahas percepatan konten radikal dan teroris. Perwakilan dari Kominfo mengonfirmasi agenda ini digelar untuk menyikapi insiden bom beruntun di Surabaya dalam dua hari terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Polda Metro Jaya Turunkan Status Siaga Satu |
Rudiantara sebelumnya menyatakan pihaknya sudah melakukan tindakan preventif di ranah internet menggunakan Mesin Ais guna menyaring konten yang berpotensi memicu aksi teror seperti cara pembuatan bom.
"Kalau di situs dua jam tiga jam difilter [...] begitu dapat dua tiga jam, langsung ditutup," ujar Rudiantara.