Rahasia Dibalik Rekaman Suara #YannyOrLaurel

Ervina Anggraini, CNN Indonesia | Kamis, 17/05/2018 12:39 WIB
Rahasia Dibalik Rekaman Suara #YannyOrLaurel Profesor University of Arizona mengungkapkan debat yang memicu ambigu soal rekaman suara #YannyOrLaurel. (Foto: AFP PHOTO / DAMIEN MEYER)
Jakarta, CNN Indonesia -- Debat diantara pengguna Twitter soal rekaman suara Yanny atau Laurel ramai melalui tagar #YannyOrLaurel yang sempat viral dan menjadi salah satu trending topik. Perbedaan suara yang didengar saat memutar rekaman suara ini ternyata bergantung pada beberapa faktor.

Seorang profesor sekaligus ahli bahasa dan pendengaran di The University of Arizona, Brad Story mengatakan perbedaan suara yang didengar oleh pendengar tak pelak memang memicu ambiguitas. Viral suara rekaman yang memicu ambigu ini sama dengan fenomena dress biru-hitam dan an putih-emas pada tahun 2015 lalu.

"Ini bukan soal kualitas volume yang sangat tinggi. Anda harus mempertimbangkan cara orang mendengarkannya, apakah mengunakan ponsel, headphone, tablet, dan lainnya," ungkap Story kepada CNN.


Ia kemudian melakukan analisis akuistik rekaman viral tersebut menggunakan komputer untuk membandingkan keluaran suaran 'Yanny' atau 'Laurel'.

"Ketika saya menganalisis rekaman Laurel, resonansi ketiga sangat tinggi untuk L. Semetara untuk R turun dan naik lagi untuk L," tambahnya.



Ia juga mendapati hal menarik lain ketika kata Yanny menghasilkan frekuensi kedua lewat jalur vokal yang hampir sama.

Story mengakui jika kualitas rekaman tak dipungkiri memang memengaruhi resonansi bai pendengar.

"Jika Anda memiliki kualitas rekaman rendah, tidak mengherankan jika beberapa orang akan kebingungan dengan resonansi kedua dan ketika sehngga mendengar Yanny bukan Laurel," ungkapnya.

Story juga membeberkan rahasia jika pendengar mengubah nada rekaman asli. Dengan cara tersebut, keluaran suara juga berubah sehingga pendengar akan mendengarkan kedua kata tersebut.

Soal mana suara yang sebenarnya keluar dari rekaman tersebut, Story menyebut kemungkinan besar rekaman aslinya adalah 'Laurel'.

"Kemungkinan besar rekaman asli adalah 'Laurel,'" imbuhnya. (evn)