Aplikasi ini bisa mencari para pendonor darah di wilayah yang diinginkan oleh para pencari donor darah. Juru bicara Give Blood Community Yendra Budiana menjelaskan aplikasi ini akan menghilangkan cara pencarian donor darah secara tradisional.
"Saat ini secara tradisional jika orang mau cari stok darah harus cek di PMI dulu. Mereka juga bisa mencari via media sosial. Namun, belum tentu di PMI ada. Jika ada pun harus membayar. Di media sosial juga belum tentu langsung dapat, padahal kebutuhan mendesak. Jadi, aplikasi ini memberikan solusi akan membantu kebutuhan donor yang mendesak" kata Yendra saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (25/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kadang orang tak mampu mencari donor darah via grup atau media sosial. Umumnya, dikenakan biaya untuk membeli darah di PMI walaupun sekedar biaya administrasi atau penggantian. Aplikasi ini akan mempertemukan langsung orang yang bisa mendonorkan darahnya dan para pencari kebutuhan darah. Namun, tetap mendonorkan darahnya dengan bertemu di PMI terdekat," ucap Yendra.
Komunitas Ahmadiyah melalui Give Blood Community menyiapkan aplikasi GiveBlood (Foto: Screenshot via Aplikasi GiveBlood) |
Yendra mengatakan kurang lebih sudah ada seribu orang yang mendaftar di aplikasi ini. Padahal hingga saat ini, GiveBlood masih berstatus beta. Aplikasi ini akan dirilis pada Sabtu (26/5) di PMI Kota Tangerang. Yendra meyakini akan ada 15.000 orang yang mendaftar aplikasi ini.
"Komunitas Give Blood sudah terbiasa mendonorkan darah rutin setiap tiga bulan. Ini terdata lebih dari 15.000 orang di seluruh Indonesia. Aplikasi ini terbuka untuk siapa saja yang peduli pada kemanusiaan," ujar Yendra
CNNIndonesia.com sempat mencoba mengunduh aplikasi Give Blood Apps. Pertama, pengguna diharuskan registrasi untuk menggunakan aplikasi.
Masuk ke bagian beranda, aplikasi ini terdapat fitur "Cari Darah". Fitur ini digunakan untuk mencari pendonor darah. Ketika memasukkan wilayah pendonor darah yang dibutuhkan, akan muncul daftar pendonor di wilayah tersebut yang telah mendaftarkan diri di aplikasi ini.
"Misalnya saya berada di Mega Kuningan butuh darah O. Maka via aplikasi tersebut akan mampu mendeteksi siapa saja sekitar Mega Kuningan yg bersedia mendonorkan darah O tersebut," tutur Yendra.
Lihat juga:Melacak Jejak Digital Hoaks di Media Sosial |
Sejauh ini, aplikasi GiveBlood baru tersedia untuk pengguna Android yang bisa diunduh secara gratis di Google Play Store. (age/asa)
Komunitas Ahmadiyah melalui Give Blood Community menyiapkan aplikasi GiveBlood (Foto: Screenshot via Aplikasi GiveBlood)