Warren Buffett Batal Investasi Rp42 Triliun di Uber

Agnes Savithri, CNN Indonesia | Kamis, 31/05/2018 09:05 WIB
Warren Buffett Batal Investasi Rp42 Triliun di Uber Warren Buffett. (Foto: Rick Wiling)
Jakarta, CNN Indonesia -- Miliarder Warren Buffett rencananya akan menginvestasikan US$3 miliar di Uber Technologies Inc. awal tahun ini. Sayangnya, perselisihan terkait penentuan kesepakatan membuat transaksi investasi ini gagal.

Dikutip dari Reuters, awalnya, Buffett Berkshire Hathaway Inc. akan memberikan pinjaman konvertibel ke Uber. Pinjaman ini akan melindungi investasi Buffett seandainya perusahaan yang dikendarai Silicon Valley mengalami krisis keuangan.

Namun, Chief Executive Officer Uber Dara Khosrowshahi mengusulkan penurunan ukuran kesepakatan menjadi US$2 miliar. Tawaran tersebut membuat bagian Buffett menjadi lebih kecil dari perusahaan.


Akhirnya, kesepakatan tersebut batal setelah kedua belah pihak tidak menyetujui persyaratan.
Buffett mengatakan kepada CNBC bahwa beberapa rincian yang dilaporkan tidak benar. Tetapi, dia menegaskan bahwa Berkshire memang memiliki pembicaraan dengan Uber.

Perwakilan untuk Buffett tidak segera menanggapi permintaan untuk komentar kepada Reuters. Begitu pula dengan juru bicara Uber menolak berkomentar.

Buffett, telah lama menghindari sektor teknologi. Namun, saat ini telah menjadi pemegang saham teratas Apple Inc. dan menyatakan penyesalan karena tidak berinvestasi di Google dan Amazon sebelum mereka menjadi besar.

Berkshire memiliki US$108,6 miliar dalam bentuk tunai dan ekuivalen pada akhir Maret yang ingin diinvestasikan.
Berkshire memiliki lebih dari 90 unit operasi termasuk rel kereta api BNSF, asuransi mobil Geico, es krim Dairy Queen, dan berbagai operasi industri, utilitas, dan kimia.

Investasi saham yang lebih besar biasanya dilakukan oleh Buffett, tetapi ia telah menyerahkan lebih banyak tanggung jawab kepada deputi investasinya Todd Combs dan Ted Weschler dalam beberapa tahun terakhir.

Khosrowshahi sejak pengangkatannya pada bulan Agustus berusaha meningkatkan citra Uber. Pasalnya, perusahaan ini sempat diguncang oleh gejolak manajemen.

Dewan direksi Uber telah berkomitmen untuk penawaran umum perdana pada 2019, dan Khosrowshahi belum menyimpang dari garis waktu itu. Pada Februari lalu, valuasi Uber bernilai US$72 miliar. (age/age)