Pekan Depan, Alat Pembayaran Digital WhatsApp Tiba di India

JNP, CNN Indonesia | Kamis, 31/05/2018 15:06 WIB
Pekan Depan, Alat Pembayaran Digital WhatsApp Tiba di India Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- WhatsApp ekspansi bisnis dengan menjajal alat pembayaran digital. Dalam waktu dekat, aplikasi pesan instan populer ini bisa menyediakan layanan e-wallet dan e-payment.

Dilansir dari Techradar, WhatsApp akan meluncurkan fitur pembayaran peer-to-peer pekan depan dan mencabut fitur dari fase beta. Sayangnya, fitur ini hanya bisa dinikmati di India.

Aplikasi yang nantinya mengusung naman WhatsApp Pay ini akan bekerja sama dengan tiga bank terbesar di India. Ketiga bank yang diajak kerjasama adalah Bank HDFC, Bank ICICI, dan Bank Axis yang bertugas untuk memproses transaksi fitur pembayaran.


Saat ini fitur masih dalam fase beta di Android. Seperti yang diberitakan sebelumnya, WhatsApp akan secara resmi merilis fitur ini apabila sudah bermitra dengan empat bank.
Namun, kini WhatsApp memutuskan untuk mempercepat karena para saingannya telah berada di depan dalam bisnis peer-to-peer.

Memanfaatkan basis penggunanya yang besar di India, WhatsApp hadir sebagai kompetitior serius bagi penyedia layaran e-wallet dan aplikasi pembayaran di India seperti Paytm, Google Tez, PhonePe, dan lain-lain.

Paytm masih mendominasi pasar India dalam e-wallet dan e-payment dengan mencatat 200 juta basis pengguna di Februari 2018, sisanya terhitung masih baru dalam bisnis peer-to-peer.
Oleh karena itu ini merupakan waktu yang tepat dan merupakan kesempatan untuk WhatsApp untuk melakukan serangan ke bisnis ini. Dengan jumlah 200 juta pengguna aktif, WhatsApp akan menebarkan ancaman serius bagi para rivalnya.

Dilansir dari Bussines Today, pada Februari 2018 fitur WhatsApp Pay sudah dirilis dalam bentuk percobaan (beta) bagi pengguna yang terpilih dan mendapat penilaian posiitif dari para pengguna.

"WhatsApp memiliki permulaan yang sangat bagus, dengan monopoli dalam penyedia chat. Tingginya basis pengguna membuat WhatsApp menjadi kompetitor yang kredibel," kata Vive Belgavi, Ketua Teknologi Finasial PwC India, dikutip dari BusinessToday.

Para pengamat menilai Facebook ingin membuat WhatsApp tidak hanya sebagai aplikasi chat biasa, Facebook ingin membuat para pengguna WhatsApp bisa melakukan semuanya mulai dari mengirimkan pesan, menelepon, belanja, dan membayar. (age/age)