NASA Deteksi Asteroid Berukuran Mini Dekati Bumi

JNP, CNN Indonesia | Senin, 04/06/2018 16:25 WIB
NASA Deteksi Asteroid Berukuran Mini Dekati Bumi Ilustrasi asteroid. (Foto: Dok. NASA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menemukan sebuah asteroid berukuran mini yang mengarah ke Bumi pada Sabtu (2/6) pagi.

Asteroid yang dinamakan asteroid 2018 LA diperkirakan hanya berukuran dua meter dan sempat mengarah ke Bumi dan beberapa jam kemudian hancur sebelum menabrak atmosfer.

NASA mengatakan temuan kali ini merupakan kali ketiga asteroid berada di lintasan benturan. Ketiga asteroid tersebut terbakar di atmosfer sehingga tidak menimbulkan dampak apapun.


Menariknya, temuan kali ini berada di lokasi yang telah diperkirakan sebelumnya yakni di Catalina Sky Survey di Arizona.

"Penemuan asteroid 2018 LA merupakan ketiga kalinya yang ditemukan di lintasan benturan. Ini juga jadi kali kedua temuan berada di lokasi benturan yang telah diprediksi sebelumnya," ungkap manajer NASA Center for Near-Earth Object Studies (CNEOS) dalam keterangan resmi.

Kemunculan asteroid 2018 LA sebelumnya telah diprediksi akan menabrak asteroid Bumi dan melintasi area Afrika menyeberang ke Samudera Hindia hingga Papua Nugini.

Asteroid tersebut terakhir tertangkap kamera di Afrika Selatan pada Sabtu (2/6) malam. Meski sepintas terlihat seperti bola api, namun asteroid langsung hilang di cakrawala. NASA memastikan asteroid hancur beberapa mil di atas daratan saat terbakar di langit.

Meskipun memiliki ukuran yang lebih kecil dari yang pengamatan, namun NASA memastikan pihaknya telah memberikan peringatan soal itu.

"Objek ini (asteroid 20018 LA) berukuran lebih kecil daripada objek yang telah dideteksi dan kami telah memperingati hal tersebut. Namun, peristiwa ini membuat kita bisa melatih kapabilitas dan memberikan kepercayaan diri bahwa alat prediksi kami memadai untuk menghadapi objek yang lebih besar," ungkap Lindley Jhnson, petugas keamanan di markas NASA.

Sebelumnya pada 2013 lalu sebuah asteroid berukuran besar tidak terdeteksi menabrak atmosfer tepat di atas Rusia. Akibat tabrakan tersebut terjadi gelombang kejut yang menghancurkan ribuan kaca di kota Chelyanbisk dan menyebabkan sejumlah penduduk luka-luka.

[Gambas:Youtube] (evn)