Mirko Draca, peneliti dari The London School of Economics menyebut pekerjaan yang melbatkan robot dan kecerdasan buatan baru bisa terelisasi paling cepat 10 tahun sejak sekarang.
Untuk saat ini, Draca mengatakan dunia tengah dalam era melakukan uji coba dan 'investasi' dengan beragam teknologi. Sementara efek dari periode yang terjadi saat ini diperkirakan baru terasa imbasnya dalam 10 hingga 15 tahun kedepan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Draca tak menampik jika automasi bisa mengatasi kelesuan bisnis dan industri, meningkatkan skala ekonomi, dan memangkas peran manusia di sejumlah profesi yang digantikan oleh robot.
Ia juga mengatakan sejatinya perubahan pola kerja industri sudah terasa melambat sejak tren komputer pada tahun 1990-an. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi di era itu tidak berbanding lurus dengan kemunculan teknologi baru.
"Kami memperkirakan kecerdasan buatan dan robotika akan mengalami peningkatan produktivitas dalam 10 hingga 15 tahun mendatang," imbuhnya.
Dilaporkan V3, sejauh ini memang belum ada bukti konkret yang menunjukkan bahwa teknologi baru akan menjadi ancama bagi pekerja.
Namun dunia usaha kian menyadari bahwa mereka perlu mengendalikan biaya operasional untuk mengatasi ancaman tersebut. (evn)