JK Sebut Jepang Ingin Tingkatkan Investasi di Bidang Otomotif

Antara,, CNN Indonesia | Kamis, 14/06/2018 13:39 WIB
JK Sebut Jepang Ingin Tingkatkan Investasi di Bidang Otomotif Pabrik Toyota di Karawang, Jawa barat (CNN Indonesia/Tachta Citra Elfira)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan Pemerintah Jepang meminta kesempatan lebih besar untuk berinvestasi di Indonesia dengan bekerja sama di bidang industri otomotif dan perdagangan.

"Tidak banyak sebenarnya, hanya minta diberikan kesempatan yang lebih besar. Jadi mereka tetap memperbesar investasi di Indonesia, dan malah cenderung untuk menambah kelompok-kelompok investasi," kata JK kepada Antara di Tokyo, Rabu (13/6).

JK dalam kunjungannya ke Jepang untuk menghadiri acara The 24th International Conference on the Future of Asia di Hotel Imperial Tokyo, Jepang sejak Senin hingga Rabu (11-13/6).
Dalam rangkaian acara tersebut, selain menyampaikan pidato, Wapres Kalla juga menerima sejumlah kunjungan kehormatan dari Deputi Perdana Menteri Vietnam Truong Hoa Binh, MUFG Bank, Marubeni Corporation, Ketua Asosiasi Jepang-Indonesia (Japinda) dan Menteri Pembangunan Ekonomi, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Perdagangan dan Pertumbuhan Ekspor Selandia Baru David Parker.


Patut diketahui, produsen otomotif Jepang yang mengucurkan investasi besar dengan mendirikan pabrik di Indonesia adalah Daihatsu, Mitsubishi, Nissan, Suzuki dan Toyota.

Invetasi terbaru dari Grup Toyota yang nilainya hingga Rp 26 triliun di Indonesia sampai 2020. Tahap awal, raksasa otomotif asal Jepang itu menggelontorkan dana Rp 13 triliun selama lima tahun ke depan untuk membangun pabrik di Karawang, Jawa Barat guna meningkatkan kapasitas produksi dari sekitar 130 ribu unit saat ini menjadi 250 unit.
"Jadi sebenarnya Jepang melihat kita dalam dua hal, yakni potensi pasar yang besar dan potensi tenaga kerja yang besar. Semuanya begitu keingingannya, meningkatkan investasi. Tidak ada yang menyampaikan keluhannya," jelasnya.

Pola pikir pemerintah dan pengusaha swasta Jepang dalam berinvestasi mulai bergeser. Dahulu, investasi Jepang di Indonesia didasarkan sesuai dengan keinginan pemberi modal. Kini, investasi tersebut dilakukan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh Pemerintah Indonesia.

"Bagi mereka itu investasi sesuai kebutuhan, tidak mensyaratkan apa-apa. Jadi terbalik pemikirannya, bukan 'saya butuh ini' tetapi 'apa yang dibutuhkan Indonesia'. Mereka sistemnya begitu," jelasnya. (mik)