Tak hanya itu, akun Telegram dan WhatsApp miliknya juga terkena serangan peretas.
Ia mengaku missed call ini tidak hanya satu atau dua kali, tapi ratusan kali per jam tanpa henti. HS yang menangani sistem TI Pilpres 2019 ini mengaku baterai ponselnya sampai habis karena banyaknya 'miskol' yang masuk. Serangan missed call ini ia alami sekitar pukul 00.00 WIB pada Rabu (27/6) sampai Kamis (28/6) pagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya diserang oleh missed call, pada waktu yang sama HS juga mengaku mendapatkan pesan singkat aneh dari Telegram yang meminta kode otentikasi yang biasa digunakan ketika login ke akun miliknya.
Foto: Istimewa |
Lewat penelusuran yang ia lakukan, upaya peretasan dilakukan dari Singapura. Untuk menanggulangi hal itu, ia mengaktifkan fitur keamanan two factor authentication.
Menurutnya, peretas sempat berhasil mengakses akun Telegram miliknya selama beberapa detik. Namun ia berhasil melakukan tindakan dan mengambil alih kembali akun miliknya.
Lihat juga:Harga Bitcoin Kembali Tersungkur |
Pada pagi hari ini, HS juga terkena upaya serangan di WhatsApp. Ia juga melakukan upaya yang sama saat 'menyelamatkan' akun Telegram yakni mengaktifkan fitur two factor autentification.
Selain dirinya, HS mengatakan rekan-rekannya yang lain di tim TI KPU juga mengalami serangan serupa. Kendati demikian ia mengatakan rekan-rekannya tidak ada yang menjadi korban peretasan.
"Rekan-rekan tim TI KPU nyaris semuanya kena bombardir dan usaha hacking ini," kata HS. (asa)
Foto: Istimewa