NASA Tunda Peluncuran Teleskop James Webb hingga 2021

RBC, CNN Indonesia | Jumat, 29/06/2018 12:53 WIB
NASA Tunda Peluncuran Teleskop James Webb hingga 2021 Ilustrasi teleskop raksasa. (Foto: AFP PHOTO / STR)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA) kembali menunda peluncuran teleskop James Webb untuk kedua kalinya.

Awalnya, teleskop yang disiapkan sebagai penerus teleskop Hubble ini direncanakan untuk meluncur ke luar angkasa pada Oktober 2018.

Namun, pada Maret lalu NASA mengumumkan akan menunda peluncurannya hingga 2020. Tiga bulan kemudian, tepatnya Kamis (28/6) NASA kembali menunda peluncuran teleskop ini hingga awal 2021.
Menurut laporan yang dirilis oleh NASA, penundaan yang disebabkan oleh masalah teknis dan human error ini berakibat pada membengkaknya anggaran dengan tambahan pengeluaran sebesar Rp11,5 triliun (US$800 juta) dari anggaran awal sekitar Rp115 triliun (US$8 miliar).


Teleskop berbentuk sarang lebah madu yang terbuat dari cermin-cermin emas ini diklaim memiliki kemampuan untuk melihat cahaya kasat mata dan inframerah. Hal ini memungkinkannya untuk mempelajari lebih dalam tentang bagaimana alam semesta terbentuk.

"Semakin banyak kita belajar tentang alam semesta, semakin kita sadar bahwa Webb harus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang bahkan belum pernah terpikirkan ketika ia dulu dirancang," ujar Associate Administrator Direktorat Misi Ilmiah NASA Thomas Zurbuchen dalam sebuah laporan.

Nantinya NASA tak akan bisa mengirimkan manusia ataupun robot untuk melakukan servis terhadap teleskop ini, karena dia akan mengorbit sangat jauh dari bumi.
Walaupun misi ini membuka banyak kesempatan untuk menjelajahi alam semesta lebih dalam, NASA dan lembaga antariksa lain yang didanai oleh pemerintah kini memiliki saingan.

Dikutip dari TechCrunch, para miliuner seperti Yuri Milner, Jeff Bezos, dan Elon Musk turut menjawab tantangan besar ini dan mulai bergerak dengan dana pribadi--yang membuat mereka lebih fleksibel dari NASA.

Kabarnya, selain menghadapi tantangan secara teknis, NASA juga kerap kali bermasalah dengan kontraktor utamanya, Northrop Grumman. (age/age)