Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyebut syarat pertama adalah pembersihan konten. Setelah itu, pemerintah juga meminta jaminan dan komitmen Tik Tok agar konten bermuatan negatif tidak kembali hadir.
Jika dua syarat itu dipenuhi, maka pemerintah tak segan untuk membuka kembali blokiran Tik Tok.
"Kami minta dua komitmen. Pertama, bersihkan dulu kontennya. Kedua, menjaga konten tersebut. Bukan otomatis akan dibuka ya, kalau semua sudah bersih baru dibuka," jelas Rudiantara di Kantor Wakil Presiden, Rabu (4/7).
Lihat juga:Tik Tok Datangi Kominfo Sore Ini |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, kebijakan ini sudah cukup adil mengingat sebelumnya aplikasi Bigo juga mendapat perlakuan yang sama. Saat ini, Bigo sudah bisa kembali diakses karena ada Sumber Daya Manusia (SDM) khusus yang menyortir konten yang bisa dimuat.
Lihat juga:Serba Serbi Tik Tok Sebelum Diblokir Kominfo |
"Makanya pengguna Tik Tok yang positif yang suka mengekspresikan diri ini kan jadi tidak bisa (berekspresi lagi). Saya mohon maaf untuk sementara, tapi ini demi kepentingan semua. Isunya bagi saya bukan hanya soal digital, tapi konsen saya adalah bagaimana mendidik anak di sekolah dan di luar sekolah," ujarnya.
"Insyallah mereka akan datang sore ini," ujar dia. (age)