China Beri Peringatan Jika Anak Jajan Gim Lebih dari Rp1 Juta

RBC, CNN Indonesia | Kamis, 05/07/2018 12:30 WIB
China Beri Peringatan Jika Anak Jajan Gim Lebih dari Rp1 Juta Ilustrasi (Istockphoto/LDProd)
Jakarta, CNN Indonesia -- Untuk mengatasi kecanduan gim anak-anak, Tencent akan beri peringatan jika mereka terlalu boros belanja. Pemberitahuan akan dikirimkan ketika anak-anak ini jajan gim lebih dari Rp1,1 juta (500 yuan) selama sebulan.

Perusahaan media sosial dan gim terbesar di China itu akan mengirimkan notifikasi kepada akun pembayar tagihan. Secara umum tagihan tentu dipegang oleh orang tua. Maka mereka akan mendapat 

QQ adalah layanan pesan singkat milik Tencent yang memiliki lebih dari 800 juta pengguna di China. Setiap pengguna QQ memiliki akses untuk memainkan sejumlah gim keluaran Tencent, seperti League of Legends dan gim terpopuler di China, Honor of Kings (King of Glory) yang dimainkan oleh lebih dari 163 juta orang perbulan.


Dikutip dari South China Morning Post, dua pekan lalu Tencent sempat mengumumkan rencananya untuk mengirimkan notifikasi kepada akun pembayar tagihan jika seorang anak menghabiskan lebih dari 500 yuan dalam sehari. 

Namun, kemudian mereka menganggap batasan itu terlalu tinggi untuk kurun waktu 24 jam, sehingga mereka mengubah kebijakannya menjadi 30 hari.

Tahun lalu, Tencent juga sudah mulai menerapkan pembatasan jam bermain untuk pemain gim Honor of Kings di bawah umur, karena khawatir terlalu banyak bermain gim akan berpengaruh pada kesehatan dan mengganggu proses belajar anak.

Dilansir dari TechSpot, pengguna di bawah usia 12 tahun hanya dapat bermain selama satu jam perhari dan tidak dapat mengakses gim setelah pukul sembilan malam. Sedangkan, pengguna berusia 12-18 tahun hanya dapat bermain selama dua jam perhari. 

Sebelumnya, organisasi kesehatan PBB, World Health Organization (WHO) telah menetapkan "Gaming Disorder" sebagai sebuah kondisi gangguan mental. Transaksi-transaksi mikro yang terjadi ketika bermain gim dan kecanduan adalah dua topik yang paling kontroversial, terlebih ketika terjadi pada anak-anak.

Oleh sebab itu, perusahaan di negara dengan pengguna internet terbanyak di dunia itu tengah berusaha mengontrol waktu yang dihabiskan oleh anak-anak untuk bermain gim. Selain mengontrol berapa banyak uang yang mereka habiskan dalam gim tesebut. (eks/eks)