"Kemarin sudah ada sektiar 10 kota baru sepanjang kuartal kedua. Kotanya pun bukan kota yang besar saja tapi rural, second city, misalnya Sabang dan Pangkal Pinang kemarin baru buka," kata Michael di bilangan Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (6/7).
10 kota ini tidak hanya berada di pulau Jawa atau Sumatera, tapi juga di Pulau Sulawesi. Michael mengatakan Gojek akan terus mengembangkan jangkauan ke seluruh Indonesia sesuai dengan rencana dari CEO Gojek Nadiem Makarim. Hingga saat ini, Gojek telah membuka layanan kurang lebih ke 60 kota.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Michael mengatakan melakukan penerapan yang sama antara ekspansi di luar negeri dan dalam negeri. Keduanya menggunakan strategi pendekatan lokal. Ia menjabarkan strategi pendekatan ini adalah menimbang karakteristik penduduk, jumlah penduduk, bahkan kearifan lokal setempat.
Lihat juga:Mimpi Besar Nadiem untuk Gojek |
"Contoh, Gorontalo itu tidak ada angkutan umum seperti angkot, taksi. Mereka sudah biasa dengan kearifan lokal seperti bentor. Jadi kalau teman-teman ke Gorontalo itu dapat Gojek Bentor. Kami coba sesuaikan juga dengan demand di kota tersebut," ujar Michael.
Sebelumnya, Gojek pada 25 Juni kemarin secara resmi melakukan ekspansi ke Thailand dan Vietnam. Ke depan, Gojek berencana memboyong layanan transportasi berbasis aplikasi ke Thailand, Vietnam, Singapura dan Filipina. Untuk memuluskan bisnisnya, perusahaan yang didirikan Nadiem Makariem itu merogoh kocek Rp7,1 triliun (sekira US$500 juta).
Gojek sebelumnya telah mengantongi pendanaan dari sejumah perusahaan raksasa seperti Astra, Google, Tencent, Meituan, JD.com, dan lainnya. (age)