Pertemuan dilakukan setelah delapan DNS Tik Tok diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada Selasa (3/7). Kominfo menyebut temuan konten negatif yang bisa memberi pengaruh buruk bagi anak jadi alasan utamanya.
"Kami menyadari bahwa Tik Tok mampu berkontribusi bagi Indonesia untuk mempromosikan pesan mendidik kepada perempuan dan anak-anak," kata Zhen Liu, SVP Bytedance mengatakan dalam keterangan resmi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga berjanji untuk menjaga kualitas konten Tik Tok agar tidak sekedar jadi 'layanan goyang jari'.
Dalam kesempatan yang sama Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pribudiarta Sitepu mengatakan Tik Tok sudah seharusnya menjadi mitra pemerintah untuk menyebarkan konten positif dan edukasi digital.
Lihat juga:Asa Tik Tok dan Solusi Blokir Kominfo |
"Tik Tok diharapkan berkomitmen dalam perlindungan anak dengan memberikan batasan-batasan dan aturan yang jelas terkait hal tersebut," imbuhnya.
Lebih lanjut dalam pertemuan ini kedua belah pihak berdiskusi soal potensi kolaborasi peluncuran kampanye dalam rangka Hari Anak Nasional di pertengahan bulan Juli.
Kampanye ini menggunakan machine learning yang mampu menghadirkan konten ramah anak sekaligus sebagai program edukasi bagi orang tua untuk menyebarkan penggunaan internet sehat. (evn)